Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Dua Pria Korea Selatan Hadapi Sidang Pembunuhan Pemilik Restoran di Vietnam

Dua Pria Korea Selatan Hadapi Sidang Pembunuhan Pemilik Restoran di Vietnam
Dua Pria Korea Selatan Hadapi Sidang Pembunuhan Pemilik Restoran di Vietnam

Dua pria asal Korea Selatan, Kim Jin (31) dan Kang Yo Han (30), akan segera menghadapi meja hijau di Pengadilan Rakyat Ho Chi Minh, Vietnam. Keduanya duduk sebagai terdakwa atas kasus pembunuhan tragis pemilik restoran yang terjadi di jantung kota tersebut. Persidangan dijadwalkan bergulir pada 25 Agustus mendatang dengan ancaman hukuman maksimal yang sangat berat, yakni hukuman mati.

Jaksa penuntut umum menjerat mereka dengan dua pasal pemberatan yang merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Vietnam. Berdasarkan aturan tersebut, Kim dan Kang terancam hukuman penjara mulai dari 12 hingga 20 tahun, penjara seumur hidup, atau eksekusi mati. Kasus ini bermula dari keributan kecil di sebuah restoran di Jalan Tran Hung Dao pada dini hari, 28 Desember 2024.

Awal Mula Pertikaian

Semuanya dimulai sekitar pukul 00.40 waktu setempat. Saat itu, seorang pria bernama Lee Chang Dae datang bersama tiga rekan senegaranya untuk menikmati hiburan malam. Mereka memilih salah satu ruangan karaoke di lantai tiga restoran tersebut. Pada jam yang sama, Kim dan Kang sedang asyik menenggak minuman di kawasan Bui Vien yang terkenal ramai.

Ketenangan restoran pecah dua jam kemudian. Lee Chang Dae yang diduga dalam pengaruh alkohol menabrak layar LED di ruang karaoke hingga rusak. Staf restoran yang tidak terima langsung meminta pertanggungjawaban berupa kompensasi materi. Situasi memanas seketika. Pertengkaran fisik tak terelakkan. Kabarnya, salah satu pelanggan sempat melayangkan tamparan dan memukul kepala beberapa staf restoran.

Melihat anak buahnya terintimidasi, sang pemilik restoran—yang juga merupakan warga Korea Selatan berusia 40-an—segera naik ke lantai tiga bersama manajernya. Pemilik restoran mencoba menengahi situasi, namun berakhir dengan baku hantam.

Menurut dokumen dakwaan, pemilik restoran sempat memerintahkan ketiga pelanggan yang bertindak kasar untuk berlutut. Manajer restoran pun memutuskan untuk segera menelepon polisi setempat demi meredam keributan.

Eksekusi yang Mencekam

Dalam kondisi terdesak, salah satu pelanggan di ruangan itu menghubungi Kim Jin melalui telepon. Dia mengadu bahwa mereka telah dianiaya oleh pemilik restoran. Tanpa berpikir panjang, Kim mengajak Kang Yo Han untuk segera merapat ke lokasi. Pada waktu yang nyaris bersamaan, tim patroli kepolisian lingkungan dan petugas keamanan setempat tiba di depan restoran untuk menjaga situasi.

Namun, kedatangan aparat tidak membuat nyali Kim dan Kang menciut. Begitu sampai di depan lokasi, Kim nekat merebut tongkat karet milik salah satu petugas patroli. Dengan senjata itu, Kim dan Kang menerobos masuk ke dalam ruangan dan segera mengunci pintu dari dalam.

Suasana di dalam ruangan berubah menjadi medan pertempuran yang brutal. Kim diduga menggunakan silinder logam berisi nitrous oxide yang kebetulan ada di ruangan tersebut untuk menghantam kepala pemilik restoran hingga tersungkur ke lantai.

Saat petugas akhirnya berhasil mendobrak pintu ruangan, pemilik restoran sudah kehilangan nyawa. Sementara itu, manajer restoran mengalami luka parah. Ia dilarikan ke rumah sakit dan berhasil selamat, meski tim medis mencatat tingkat cedera permanennya mencapai 87 persen.

Kini, pihak keluarga korban menuntut keadilan. Kuasa hukum dari pemilik restoran yang tewas mengajukan tuntutan kompensasi sebesar lebih dari 5,2 miliar VND atau setara 198.900 dolar AS. Sementara itu, manajer restoran menuntut ganti rugi sebesar 3,1 miliar VND atau sekitar 118.500 dolar AS atas penderitaan fisik yang dialaminya.

Sebagai itikad baik, keluarga kedua terdakwa mulai melakukan pembayaran awal untuk ganti rugi. Keluarga Kim telah menyetor 400 juta VND, sedangkan keluarga Kang memberikan 120 juta VND kepada pihak korban.

Meski pembayaran ini telah dilakukan, hakim tetap harus memutuskan nasib keduanya dalam sidang mendatang yang akan menentukan apakah mereka layak mendapatkan hukuman mati atau keringanan hukuman lain.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda