Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Hasil Freedom 250 Grand Prix: Trump Hadiri Balapan IndyCar di D.C.

Mobil balap IndyCar melintas di depan Gedung Capitol Washington D.C
Suasana Freedom 250 Grand Prix di Washington, D.C., yang dihadiri oleh Presiden Donald Trump. (Ilustrasi: AI)

Raungan mesin mobil IndyCar memecah keheningan pusat ibu kota Amerika Serikat, Minggu siang waktu setempat.

Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump memimpin iring-iringan kendaraan kepresidenan menyusuri lintasan sepanjang 1,7 mil, memberikan tanda dimulainya Freedom 250 Grand Prix di tengah jantung Washington, D.C.

Ajang ini bukan sekadar balapan, melainkan puncak dari rangkaian perayaan hari jadi Amerika Serikat yang ke-250.

Sebelum bendera hijau dikibarkan pada pukul 13.10 ET, suasana di sekitar Pennsylvania Avenue sudah sesak. Sebanyak 140.000 penonton tumpah ruah ke jalanan, memaksa otoritas setempat mengambil langkah drastis. Sejumlah jembatan di sekitar lokasi perlombaan harus ditutup rapat demi mengurai kepadatan massa yang melampaui prediksi awal penyelenggara.

Izin Kilat dari Gedung Putih

Balapan ini melintasi titik-titik paling ikonik di Washington. Pembalap melesat melewati Gedung Arsip Nasional, menanjak di dekat Gedung Capitol AS, hingga memacu kendaraan dengan latar belakang kemegahan Monumen Washington. Sebuah pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern ibu kota tersebut.

Di balik gemuruh mesin, terselip cerita lobi panjang. Trump sempat menyinggung peran Roger Penske, pemilik ajang balap IndyCar, yang disebutnya sudah memperjuangkan izin balapan di pusat kota ini selama lebih dari dua dekade.

Namun, saat keduanya duduk bersama, birokrasi yang biasanya berbelit seolah hilang. Trump mengeklaim hanya butuh waktu 15 menit untuk memberikan lampu hijau bagi penyelenggaraan ajang prestisius ini.

Petinggi negara pun tampak menikmati akhir pekan di tepi lintasan. Menteri Transportasi, Duffy, terlihat berbincang santai dengan Ketua DPR Mike Johnson di area grid. Mereka membaur bersama keluarga presiden, menyaksikan langsung bagaimana 25 pembalap papan atas bersiap memacu kendaraan mereka di aspal yang biasanya hanya dilintasi kendaraan dinas.

Kecepatan Tinggi di Tengah Monumen Sejarah

Sebanyak 25 pembalap, termasuk nama besar seperti Alex Palou dan pemenang Indy 500 Felix Rosenqvist, dituntut menaklukkan 147 putaran. Mereka memacu mesin hingga kecepatan 180 mph. Total jarak 250 mil yang harus ditempuh menjadi ujian fisik sekaligus mental bagi para pengemudi di lintasan jalan raya yang sempit dan penuh tikungan teknis.

Sebelum mesin dinyalakan, langit Washington sempat bergetar. Atraksi flyover pesawat militer yang melintas rendah di antara 3rd dan 7th Streets memicu sorak-sorai penonton.

Atmosfer nasionalisme kental terasa di setiap sudut area balap, melengkapi rangkaian perayaan semiquincentennial Amerika yang sebelumnya juga diwarnai oleh gelaran pertandingan UFC di halaman Gedung Putih serta ajang Great American State Fair.

Bagi warga yang tak bisa menembus lautan manusia di lokasi, siaran langsung melalui Fox News dan platform streaming FOX ONE menjadi pilihan utama. Dampak dari Freedom 250 Grand Prix ini pun nyata. Selain mengubah wajah Washington D.C.

menjadi sirkuit balap dadakan, acara ini sukses menciptakan gelombang massa yang sangat besar. Otoritas keamanan kini harus memutar otak untuk menormalisasi lalu lintas ibu kota yang sempat lumpuh total selama akhir pekan tersebut.

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa antusiasme penonton jauh melebihi angka yang dibayangkan saat perencanaan awal. Meski balapan telah selesai, jejak ban di aspal dekat Monumen Washington akan tetap membekas sebagai simbol peringatan dua setengah abad negara tersebut.

Fokus kini beralih pada pemulihan mobilitas kota, sementara debat mengenai apakah balapan di jantung ibu kota akan menjadi agenda tahunan masih terus bergulir di kalangan warga lokal dan pemerintah kota.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda