Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Polisi uji forensik sepasang potongan betis korban mutilasi Depok

Petugas kepolisian melakukan olah TKP temuan potongan tubuh di sungai
Tim kepolisian melakukan pencarian dan pemeriksaan bukti tambahan terkait kasus mutilasi di aliran sungai wilayah Depok. (Ilustrasi: AI)

DEPOK — Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kini tengah menjalankan prosedur pencocokan fisik melalui uji forensik terhadap temuan sepasang potongan betis manusia. Langkah medis ini diambil untuk memastikan apakah bagian tubuh tersebut merupakan bagian dari korban kasus mutilasi yang sebelumnya telah diungkap di wilayah Kota Depok, Jawa Barat.

Pokok Peristiwa

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, menjelaskan potongan tubuh berupa betis kanan dan kiri tersebut ditemukan oleh warga di aliran Kali Grogol.

Lokasi penemuan potongan tubuh ini berada dalam radius dua hingga tiga kilometer dari titik tempat kejadian perkara (TKP) awal saat jasad korban pertama kali ditemukan.

Proses identifikasi secara mendalam menjadi krusial untuk melengkapi potongan bagian tubuh korban yang sebelumnya telah terkumpul dalam penyidikan.

Hingga saat ini, tim kepolisian masih terus menyisir area sekitar sungai untuk menemukan bagian tubuh lainnya yang belum teridentifikasi. Kombes Pol Bhudi menegaskan bahwa fokus utama penyidik adalah melakukan validasi medis terhadap temuan terbaru ini agar proses pembuktian di pengadilan nantinya memiliki dasar data forensik yang kuat dan akurat.

Konteks

Kasus mutilasi yang mengguncang warga Depok ini sebelumnya telah menetapkan seorang tersangka berinisial Saepul.

Dalam rangkaian penyidikan, pihak kepolisian bahkan sempat menggelar rekonstruksi perkara dengan 51 adegan untuk mendalami kronologi pembunuhan terhadap korban pria berinisial K yang berusia 51 tahun.

Keberadaan potongan tubuh tambahan ini menjadi bagian dari pengembangan investigasi yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya bersama Polrestro Depok untuk memastikan seluruh bagian tubuh korban dapat ditemukan dan diproses sebagaimana mestinya.

Dampak langsung dari kelanjutan penyidikan ini bagi warga sekitar adalah diperketatnya akses dan pemantauan di sepanjang jalur Kali Grogol. Masyarakat diminta untuk segera melapor kepada pihak berwajib apabila kembali menemukan barang bukti atau benda mencurigakan lainnya di area tersebut.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Bagi keluarga korban, hasil uji forensik ini sangat dinantikan sebagai bagian dari pemenuhan hak untuk menyempurnakan pemakaman, sekaligus menjadi bukti tambahan yang akan meringankan atau memperjelas alur persidangan kasus pembunuhan sadis tersebut ke depannya.

Upaya kepolisian dalam mengumpulkan potongan tubuh secara teliti di sepanjang aliran sungai menunjukkan skala pencarian yang cukup masif.

Meski penyidikan sempat berfokus pada hasil rekonstruksi yang telah dilakukan di Cipayung, temuan baru ini memaksa aparat untuk tetap siaga di lapangan hingga seluruh bagian tubuh korban dipastikan telah terevakuasi sepenuhnya.

Kepastian mengenai identitas dan keterkaitan potongan betis tersebut diharapkan akan segera terjawab setelah hasil pemeriksaan laboratorium forensik selesai dilakukan oleh tim medis kepolisian.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda