Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Sinestro di Lanterns: Mantan Mentor Hal Jordan yang Ditakuti

Sinestro di Lanterns di sel penjara luar angkasa
Sinestro di Lanterns muncul sebagai mantan mentor Hal Jordan yang kini dipenjara. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Sinestro di Lanterns langsung mengubah nada cerita saat episode 2 tayang di HBO Max. Sosok yang dikenal sebagai musuh klasik Green Lantern itu tidak cuma muncul sebagai nama besar, tapi juga sebagai mantan mentor Hal Jordan yang kini dipenjara dan kembali dipanggil untuk bicara soal Manhunters.

Bagi penonton yang belum akrab dengan komik DC, kemunculan Thaal Sinestro terasa seperti pintu masuk ke lapisan ancaman yang lebih besar. Serial ini memang baru membuka kartu, tetapi begitu Jordan mendatangi selnya, jelas bahwa hubungan keduanya bukan hubungan biasa. Ada sejarah panjang. Ada luka lama. Dan ada bahaya yang belum selesai.

Sinestro di Lanterns dan asal-usulnya di komik

Di bahan komik yang menjadi rujukan, Sinestro diciptakan Gil Kane dan John Broome, lalu pertama kali muncul pada Agustus 1961 di Green Lantern #7. Ia berasal dari planet Korugar di sektor ruang angkasa 1417. Sebelum menjadi musuh besar, Sinestro digambarkan sebagai antropolog yang bertemu Green Lantern Prohl Gosgotha setelah pesawatnya jatuh di Korugar.

Peristiwa itu jadi titik balik. Prohl memberi cincinnya kepada Sinestro setelah diserang Weaponer of Qward dari alam semesta antimateri.

Sinestro lalu mengalahkan pengejarnya, tetapi ia menyimpan cincin itu, membiarkan Prohl mati, dan berbohong kepada Guardians of the Universe bahwa cincin memilih dirinya sebagai penerus. Dari situ, citra Sinestro berubah total.

Kuasa yang ia pegang tidak membuatnya lebih bijak, malah membuka jalan untuk penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam sejarah komik, korupsi itu berujung pada pengusiran Sinestro dari Green Lantern Corps. Hal Jordan, yang kemudian menjadi muridnya, melaporkan perbuatannya kepada Guardians. Hukuman yang dijatuhkan berat: Sinestro dicabut cincinnya dan dibuang ke dunia antimateri Qward.

Di sana, ia justru membangun aliansi baru dengan para Weaponers yang membencinya, lalu mendapat cincin kuning yang menandai identitasnya sebagai ancaman paling ikonik bagi Green Lantern.

Apa yang bisa dilakukan Sinestro

Kekuatan Sinestro di Lanterns dan di komik DC tidak datang dari satu sumber saja. Sebelum memakai cincin kuning, ia sudah punya kecerdasan tingkat jenius, kemampuan bertarung jarak dekat, dan naluri taktik yang tajam. Setelah cincin itu aktif, kemampuannya berkembang mirip Green Lantern, hanya dengan sumber yang berbeda: rasa takut.

Ia bisa membentuk konstruksi energi dengan kendali atas rasa takut, terbang, memperkuat fisik, memulihkan sel secara terbatas, dan menanamkan ketakutan pada lawan. Itulah yang membuat Sinestro bukan sekadar penjahat biasa. Ia memadukan otak, pengalaman, dan simbol teror. Kalau Green Lantern mengandalkan kehendak, Sinestro memeras celah paling gelap dari lawannya.

Lalu ia melangkah lebih jauh lagi. Sinestro tidak puas hanya sebagai satu-satunya Yellow Lantern. Ia membentuk Sinestro Corps, atau Yellow Lantern Corps, yang diperkenalkan Geoff Johns dan Ethan Van Sciver pada Mei 2006 lewat Green Lantern vol. 4 #10. Dari sana, ancamannya meluas. Bukan lagi satu tokoh. Tapi jaringan ketakutan.

Ulrich Thomsen dan adegan pertemuan dengan Hal Jordan

Di serial DC Universe ini, Sinestro dimainkan Ulrich Thomsen. Aktor asal Denmark itu lebih dikenal di negaranya, namun juga muncul di sejumlah produksi berbahasa Inggris seperti Hitman, Kingdom of Heaven, dan The World Is Not Enough. Di layar kecil, ia pernah tampil dalam Banshee, The Blacklist, dan The New Pope.

Episode 2 Lanterns memperlihatkan Hal Jordan mendatangi penjara keamanan maksimum tempat Sinestro ditahan sejak dikalahkan Jordan. Setelah John Stewart memberi tahu Jordan soal Manhunters, Jordan mengenakan kostum Green Lantern dan terbang ke penjara luar angkasa itu.

Di selnya, Sinestro menjawab pertanyaan Jordan dengan nada yang tetap dingin, lalu menyebut bahwa jika memang ada Manhunter yang bersembunyi di Bumi, Jordan dan Stewart sedang berhadapan dengan salah satu makhluk paling berbahaya di galaksi.

Adegan itu penting karena memberi bobot pada kasus yang sedang diselidiki Jordan dan Stewart. Ancaman Manhunters tiba-tiba tidak terasa kecil lagi. Serial ini juga menunjukkan bagaimana pengetahuan masa lalu bisa jadi senjata. Sinestro tidak perlu keluar sel untuk membuat situasi makin rumit.

Cukup satu percakapan, dan penonton sudah paham bahwa pengalaman Jordan dengan mantan mentornya masih akan memengaruhi arah cerita.

Soalnya, kehadiran Sinestro di Lanterns bukan sekadar fan service untuk pembaca komik. Ia menjadi ukuran seberapa luas dunia yang sedang dibangun serial ini. Begitu nama Sinestro masuk, taruhannya ikut naik.

Konflik Jordan dan Stewart tidak lagi berdiri sendiri, melainkan tersambung ke sejarah panjang Green Lantern Corps, Guardians of the Universe, dan perang yang belum selesai di sudut lain galaksi.

Episode 2 pun menutup pertemuan itu dengan pertanyaan yang sengaja dibiarkan menggantung: seberapa besar peran Sinestro dalam misteri Manhunters, dan seberapa jauh pengaruhnya masih menjalar dari balik jeruji?

Jawaban lengkapnya belum dibuka di episode itu. Tapi dari cara serial ini menempatkan Thaal Sinestro, jelas bahwa ia dipakai sebagai kunci untuk menambah tekanan pada perjalanan Hal Jordan, John Stewart, dan seluruh ancaman yang mulai mengelilingi Bumi.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 24 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir