Namun Danil juga punya syarat. Penataan transportasi harus diimbangi tata kota yang rapi. “Alangkah baiknya untuk pedagang atau warung disediakan tempat berjualan yang rapi oleh pemerintah daerah. Di mana ditempatkannya juga di lokasi strategis agar tempat belanja atau warung terfokus di satu tempat, sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
Penilaian Anggota DPR: Perlu Kajian Serius
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda memberikan penilaian bernuansa berbeda. Ia menyetujui potensi kereta gantung untuk pariwisata, tetapi mengingatkan: jika fungsinya transportasi publik, diperlukan perencanaan matang dan integrasi dengan moda transportasi lain.
“Kereta gantung itu kira-kira konteksnya memang untuk mendukung destinasi wisata. Kalau semangatnya untuk transportasi, memang banyak hal yang harus disiapkan,” kata Huda kepada wartawan, Selasa (25/8/2026). Ia menekankan kereta gantung tidak akan efektif jika berdiri sendiri.
“Kalau konteksnya untuk mendukung pengembangan pariwisata, saya kira itu kebutuhan, bahkan. Namun, jika konteksnya untuk transportasi publik, itu butuh rekayasa yang cukup serius. Dan semua pihak tidak boleh setengah-setengah,” tambahnya.
Posisi Huda mencerminkan paradoks proyek ini: kereta gantung bisa efektif sebagai atraksi wisata, tapi tidak jika dimaksudkan sepenuhnya sebagai solusi kemacetan. Pemkab Bogor perlu menentukan prioritas utama dan merancang ekosistem transportasi terintegrasi jika ingin proyek ini benar-benar mengatasi persoalan mobilitas kawasan Puncak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.