Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Taman Batu Hartman di Ohio: Dari PHK Jadi Karya 12 Tahun

Taman batu Hartman di Ohio berisi struktur batu handmade
Taman batu Hartman di Springfield, Ohio, tumbuh dari proyek halaman belakang yang dikerjakan selama 12 tahun. (Ilustrasi: AI)

SPRINGFIELD, Ohio — Taman batu Hartman lahir dari sebuah PHK, lalu berubah menjadi karya seni rakyat yang bertahan lintas generasi. Saat Harry George “Ben” Hartman kehilangan pekerjaannya sebagai iron moulder di Springfield Machine Tool Company pada masa Depresi Besar, ia mulai menggali kolam pancing kecil dari beton di halaman belakang rumahnya.

Proyek sederhana itu tumbuh tanpa banyak jeda. Selama 12 tahun, Hartman menyusun lingkungan seni yang sangat luas di lahan tempat tinggalnya dengan lebih dari 250.000 batu, beton, serpihan logam, kayu, dan kaca daur ulang.

Taman batu Hartman di Ohio lahir dari kehilangan kerja

Hartman lahir di Edenville, Pennsylvania, pada 1882. Ia pindah ke Springfield, Ohio, pada 1912 untuk bekerja di pabrik pengecoran mesin berat di kota itu. Ketika ekonomi anjlok pada 1932, karier industrinya berhenti mendadak.

Di titik itulah halaman belakang menjadi ruang kerja baru. Hartman tidak membiarkan dirinya diam terlalu lama. Ia mulai mengubah pekarangan rumah suburban menjadi proyek konstruksi besar yang dikerjakan dengan tangan dan ketekunan.

Bahan-bahan yang ia pakai pun bukan barang mewah. Materi edukasi tur situs itu menyebut Hartman mengumpulkan material dari dasar sungai kecil di sekitar sana, tempat pembuangan sampah, dan jalan kerikil. Anak-anaknya kerap diminta mencari batu yang bentuknya aneh, sementara teman serta pengunjung lokal membawa botol kaca bekas dan pecahan keramik yang kemudian dipasang di struktur-struktur taman.

Kerja itu tidak berhenti meski kesehatannya memburuk. Hartman tetap membangun taman saat ia mengalami silikosis berat, penyakit paru yang disebabkan paparan debu bertahun-tahun di lingkungan pengecoran. Ia wafat pada 1944 dalam usia 61 tahun, ketika taman itu sudah menjalar ke seluruh halaman rumahnya.

Simbol, bangunan mini, dan komentar sosial

Pusat perhatian taman ini adalah Tree of Life, struktur beton setinggi tujuh kaki yang dilapisi kerikil sungai dan batu yang dipoles. Cabang-cabangnya memuat miniatur sekolah dan gereja. Dua burung merpati perdamaian berdiri di sisi kanan-kiri, sementara seekor elang Amerika hasil ukiran menempati bagian puncak.

Arsip sejarah yang dikelola SPACES, singkatan dari Saving and Preserving Arts and Cultural Environments, menunjukkan Hartman juga membangun sejumlah replika arsitektur besar langsung di halaman. Salah satu yang paling mencolok ialah The Cathedral, bangunan bergaya abad pertengahan setinggi 14 kaki dengan lengkungan detail, ceruk, dan figur tangan dari Yesus, Maria, serta beberapa santo.

Di area lain, taman itu menampilkan model skala Mount Vernon, White House, dan menara jam Independence Hall. Hartman juga membuat bangunan yang menghormati Abraham Lincoln, George Washington, dan Charles Lindbergh. Ada pula versi batu dari bahtera Nuh dan gerobak tertutup yang mewakili Oregon Trail.

Detail-detail itu tidak berdiri sendiri. Ada juga rumah-rumah batu mini, jembatan, dan kincir air yang masih berfungsi.

Dalam tur sejarah yang direkam stasiun radio publik WYSO, kolektor seni rakyat Mark Chepp menyebut, “This is where it all began, this is the Hobby gone wild.” Ia juga mengatakan, “Ben was a pacifist, and as you go through the garden and get involved and start looking at it, you see social commentary that comes through in a number of the objects.”

53 tahun perawatan Mary Hartman menjaga taman batu Hartman

Setelah Ben Hartman meninggal pada 1944, istrinya, Mary, mengambil alih tanggung jawab penuh atas taman itu. Selama 53 tahun berikutnya, ia memotong rumput, merawat hamparan bunga, memperbaiki beton yang rusak, dan menyambut ribuan pengunjung yang datang ke Russell Avenue untuk melihat taman yang tak lazim itu.

Mary terus memandu tamu secara mandiri dan memperlihatkan isi properti itu sampai wafat pada 1997 dalam usia 91 tahun. Perannya penting. Tanpa perawatan itu, banyak bagian taman bisa hilang lebih cepat dari yang dibayangkan.

Pada 2008, Kohler Foundation, lembaga nirlaba yang berbasis di Wisconsin dan fokus pada pelestarian visionary art environments, membeli properti itu dari estate keluarga Hartman. Setelah itu, proyek restorasi besar dimulai. Para pekerja memperbaiki beton yang rusak, memperkuat struktur batu yang rapuh, dan mengatalogkan ribuan objek individual.

Tahun berikutnya, kepemilikan resmi berpindah ke Friends of the Hartman Rock Garden, organisasi nirlaba lokal yang dibentuk untuk mengelola situs itu, menjaga display bunga musiman, dan menyediakan tur gratis sepanjang tahun. Menurut kurator situs Kevin Rose, yang menulis studi interpretatif untuk SPACES, taman itu tetap terbuka gratis setiap hari dalam setahun.

Dampaknya terasa jauh melampaui Springfield. Taman batu Hartman menjadi contoh bagaimana kehilangan kerja, bahan bekas, dan ketekunan bisa berubah menjadi warisan budaya yang terus didatangi puluhan ribu orang dari berbagai belahan dunia. Di satu sudut Ohio, halaman rumah bekas pekerja pabrik itu tetap hidup sebagai galeri terbuka yang tidak pernah benar-benar selesai.

Dokumentasi Friends of the Hartman Rock Garden dan Kohler Foundation mencatat properti di 1905 Russell Avenue masih menyimpan puluhan struktur batu detail, miniatur landmark, dan ratusan figur tangan yang mewakili sejarah Amerika, agama, patriotisme, serta budaya populer.

Dan semuanya bermula dari satu trowel, satu kolam kecil, lalu 250.000 material yang disusun satu per satu.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 26 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir