Ia menilai jumlahnya memang terdengar besar, tetapi jika dibagi selama 10 tahun dan dibandingkan dengan pendapatan tahunan serta kapitalisasi pasar Meta, beban itu tidak terlalu besar.
Nall juga membaca klausul itu sebagai penguatan argumen Meta sendiri selama sengketa. “All along, ever since the L.A. Superior Court, they’ve been saying causation can’t be proven because all of these social media users are using multiple different platforms,” ujarnya. Karena itu, menurut dia, masuk akal jika Meta menuntut partisipasi perusahaan lain sebagai bagian dari penyelesaian.
Ia menambahkan bahwa persoalan ini belum menutup risiko hukum yang lebih luas. “There’s still thousands of lawsuits by private plaintiffs that are pending on these similar and same issues,” kata Nall. Di saat yang sama, pengakuan terhadap perubahan platform bisa dibaca sebagai tanda bahwa fitur lama memang bermasalah.
Bagi pembaca di Indonesia, arah kasus ini penting karena pola regulasinya bisa ikut membentuk standar global yang akhirnya memengaruhi fitur platform yang dipakai setiap hari.
Bila TikTok, YouTube, atau platform lain mulai terbiasa dengan jam akses remaja, mode malam, dan pemeriksaan usia yang lebih ketat, perubahan itu bisa ikut terasa di luar Amerika Serikat. Bukan hanya soal siapa membayar berapa. Soal cara platform mengatur kebiasaan pengguna muda.
Philip Yannella, co-chair praktik privasi, keamanan, dan perlindungan data di Blank Rome, menyebut struktur settlement ini cerdas secara taktis.
“I notice that one aspect of the settlement is Meta pays $12 billion now, but that increases if other social media platforms also contribute, and you know we’ll see if that happens,” katanya kepada Fortune.
Ia memandang langkah itu sebagai cara menutup satu front dalam perang hukum yang masih menyebar ke banyak arah, dari kasus konsumen sampai gugatan distrik sekolah.
Dan satu hal masih menggantung: tidak ada yang akan benar-benar berjalan sebelum hakim memberi lampu hijau. Sampai saat itu, settlement Meta tetap berdiri sebagai kesepakatan besar yang baru menjadi penuh bila TikTok dan YouTube ikut masuk ke kerangka yang sama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.