Jumat, 28 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

UN Desak Keamanan Anak Online dalam Reformasi Media Sosial

Keamanan anak online di media sosial jadi sorotan PBB
PBB menilai keamanan anak online harus menjadi standar dalam desain media sosial, bukan menunggu gugatan hukum. (Ilustrasi: AI)

Data dari TechCrunch menambahkan satu detail yang cukup sensitif: di dalam kesepakatan itu, negara bagian setuju tidak menggugat Meta di bawah hukum perlindungan anak yang sudah ada terkait penyimpanan dan penggunaan data anak, terbatas untuk pelatihan dan pengujian model age-assurance.

Meta disebut harus mengembangkan, melatih, dan mulai menguji model untuk mendeteksi pengguna di bawah 13 tahun dalam waktu satu tahun sejak dokumen itu berlaku.

Masih dari sumber yang sama, Meta juga tidak boleh memakai data pengguna di bawah 13 tahun untuk penargetan iklan, pemasaran, atau optimasi algoritmik.

Bahan sumber dari BBC menambahkan bahwa Türk sebelumnya telah merilis kerangka 10 poin untuk mengatur media sosial pada Mei. Isinya menekankan privasi data, desain platform yang lebih aman, metode verifikasi usia yang lebih baik, dan pencegahan paparan pada fitur yang mendorong kecanduan.

Tapi kerangka itu menolak larangan total media sosial untuk anak sebagai solusi utama. Pendekatannya berbeda: perbaiki sistemnya, jangan sekadar memutus akses.

Dampaknya ke industri dan pengguna

Bagi industri media sosial, pesan dari PBB dan negara bagian AS ini cukup keras. Gugatan besar terhadap Meta tidak lagi hanya soal satu perusahaan. Tekanan sudah bergeser ke arah standar industri.

Jika TikTok, YouTube, dan Snap ikut menambah fitur keamanan anak, pengguna muda di banyak platform bisa mendapat lapisan perlindungan yang lebih konsisten. Jika tidak, gelombang gugatan lanjutan masih terbuka.

Untuk orang tua, inti persoalannya sederhana. Mereka selama ini diminta mengawasi anak di ruang digital yang berubah cepat, sementara desain aplikasi justru sering mendorong anak untuk terus menggulir layar.

Karena itu, fokus pada batas waktu, verifikasi usia, dan kontrol orang tua punya dampak langsung: mengurangi paparan desain yang adiktif dan memberi alat yang lebih nyata bagi keluarga untuk memantau aktivitas online.

Meta sendiri harus menanggung pembayaran up to $18bn, angka yang menurut bahan sumber dibagi ke 48 negara bagian AS, District of Columbia, dan tiga US territories. Namun beban terbesarnya tampaknya bukan pada uang semata.

Yang sedang dipertaruhkan justru arah baru regulasi media sosial: apakah keamanan anak online akan menjadi syarat dasar, atau tetap dibiarkan bergantung pada gugatan setelah masalah muncul. Bonta sudah memberi sinyal ia siap melangkah lebih jauh jika platform lain tak ikut bergerak.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 28 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis