Melihat performa di FP1, posisi ke-20 bukanlah cerminan kemampuan penuh Veda. Kemampuannya melesat dari posisi ke-22 menuju posisi ke-12 di awal sesi adalah bukti sahih bahwa ia punya kecepatan. Potensi itu ada. Masalahnya kini terletak pada setelan motor yang harus disesuaikan dengan kondisi aspal Aragon yang menuntut efisiensi tinggi pada setiap tikungan.
Menata Ulang Strategi
Tim teknis Honda tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha. Fokus utama mereka sekarang adalah memperbaiki kecepatan puncak atau top speed motor Veda. Tanpa peningkatan akselerasi yang signifikan di trek lurus, akan sulit bagi Veda untuk menembus dominasi sepuluh besar pada sesi kualifikasi nanti.
Persaingan di kelas Moto3 musim ini semakin ketat dari waktu ke waktu. Kesalahan kecil dalam setelan motor bisa berakibat fatal pada posisi start di hari balapan. Veda tentu tidak ingin kehilangan momentum setelah tampil impresif di awal musim.
Sekarang, kru mekanik Honda Team Asia sedang membedah telemetri dari sesi pagi tadi. Data dari motor Veda akan dibandingkan dengan data para pembalap tercepat untuk mencari titik pengereman dan akselerasi yang paling efisien. Uji coba berikutnya akan menjadi penentu apakah Veda bisa memangkas waktu dan memperbaiki posisinya, atau justru harus berjuang dari baris belakang saat kualifikasi dimulai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.