Minggu, 30 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Bantuan Gempa NTT Holding Danareksa Capai Rp423 Juta

Bantuan Gempa NTT Holding Danareksa Capai Rp423 Juta
Bantuan Gempa NTT Holding Danareksa Capai Rp423 Juta

JAKARTA — Bantuan gempa NTT dari ekosistem Holding Danareksa mulai bergerak dalam bentuk barang kebutuhan pokok. PT Danareksa (Persero) bersama tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra menghimpun bantuan senilai Rp423 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Nilai bantuan itu kemudian diwujudkan menjadi 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, serta lebih dari 500 unit susu siap minum dan susu formula. Penyalurannya dilakukan lewat dua tahap, pada 21 Agustus 2026 dan 25 Agustus 2026, melalui posko dan BPBD setempat.

Respons cepat dari jaringan kawasan industri

Penghimpunan sekaligus penyaluran bantuan dikoordinasikan oleh PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), anggota holding yang jaraknya paling dekat ke lokasi bencana. Langkah itu membuat dana yang terkumpul bisa segera dialihkan menjadi kebutuhan paling mendesak sesuai permintaan posko.

Di lapangan, bantuan yang disiapkan tidak berhenti pada bahan makanan. Lebih dari 200 unit perlengkapan istirahat seperti kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal ikut dikirim. Ada pula lebih dari 440 unit kebutuhan kebersihan keluarga, dari popok bayi, popok lansia, sampai sikat dan pasta gigi.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Ngurah Wirawan menegaskan perusahaan melihat jaringan bisnis sebagai alat untuk memberi manfaat nyata.

Ia mengatakan, “Sebagai holding kawasan industri yang berorientasi pada penciptaan nilai, kami berkomitmen mengoptimalkan jaringan, skala, dan kapasitas bisnis sebagai kekuatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kami berterima kasih karena ekosistem kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra bergerak kolektif untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT”.

Gempa NTT dan kebutuhan paling mendesak di pengungsian

Aksi kemanusiaan ini digagas setelah gempa tektonik Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Bencana itu menimbulkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga longsor di beberapa titik.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, per 27 Agustus 2026, sebanyak 176 ribu orang masih bertahan di sejumlah posko pengungsian. Angka itu menunjukkan kenapa bantuan yang cepat, berupa logistik harian dan perlengkapan dasar, punya arti besar bagi warga yang masih berupaya pulih dari guncangan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 30 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online