JAKARTA — Muka dua para penguasa, dalam bacaan Machiavelli, bukan sekadar soal citra yang berbeda di depan publik dan di balik pintu rapat. Yang dipertaruhkan justru satu hal yang paling mahal: jabatan.
Itu sebabnya hukum, yang semestinya berdiri sebagai pengayom, sering digeser jadi alat taktis. Dipakai saat perlu. Ditinggalkan saat mengganggu.
Muka dua para penguasa dan logika yang bekerja di balik layar
Di depan panggung, politik tampak rapi. Senyum ramah tampil di kamera, janji manis diobral, dan retorika soal hukum serta etika terdengar meyakinkan. Tapi ketika pintu rapat tertutup dan kamera mati, wajah lain muncul.
Dalam bahan sumber, wajah itu digambarkan lewat pola yang berulang: aturan main diubah pada detik-detik akhir demi mengamankan pencalonan kerabat, pasal ditarik-ulur untuk membungkam oposisi, dan penegakan hukum dilakukan secara selektif. Semua bergerak di jalur yang sama. Mengamankan kekuasaan.
Machiavelli sudah menulis peta pikirannya sejak lama. Lewat Il Principe yang ditulis pada tahun 1513 di tengah kekacauan politik Italia, ia tidak menawarkan buku moral. Ia justru membedah cara penguasa bertahan di kursi kekuasaan tanpa banyak basa-basi.
Di buku itu, keberhasilan pemimpin tidak diukur dari kesucian tindakannya. Ukurnya lebih keras: seberapa efektif cara tersebut menjaga kursi kekuasaannya.
Rubah, singa, dan topeng hukum
Analogi paling terkenal dari Machiavelli juga muncul di sini. Seorang penguasa, katanya, harus bisa menjadi rubah untuk mengenali jebakan, sekaligus menjadi singa untuk menakut-nakuti musuh.
Rubah, dalam bacaan bahan sumber, tampil saat politisi mengenakan topeng taat hukum dan demokratis di depan publik. Bahasa yang dipakai terdengar lembut. Tetapi di belakang layar, celah hukum dan konsensus dipakai untuk melemahkan lawan.
Singa muncul ketika jabatan mulai terancam. Saat itulah taring kekuasaan keluar. Instrumen negara dan hukum dipakai untuk menggertak pihak yang kritis.
Di titik ini, hukum tak lagi berdiri sebagai pagar bersama. Ia berubah jadi selubung. Legitimasi formal dibangun, sementara isi praktiknya berjalan ke arah yang berbeda.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.