BANJARBARU — Partai Hanura bukan pengikut kelompok tertentu. Pesan itu ditegaskan langsung oleh Ketua Umum Oesman Sapta Odang kepada seluruh kader party di Kalimantan Selatan, memasuki fase intens persiapan Pemilu 2029.
Patrice Rio Capella, Ketua Tim Task Force DPP Hanura, menyampaikan lima pesan harian yang menjadi pegangan kader dalam konsolidasi di Banjarbaru, Minggu (30/8/2026). Acara itu dihadiri seluruh jajaran DPD, DPC, dan anggota dewan se-Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pesan pertama, Partai Hanura bukan partai partisan atau pengikut kelompok tertentu. Hanura adalah partai yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan bagi kemajuan daerah, termasuk Kalimantan Selatan,” ujar Rio Capella.
Solid dan Fokus Hadapi Verifikasi
Pesan kedua menekankan urgensi soliditas internal. Rio meminta seluruh kader tetap solid, konsisten, dan fokus berjuang melewati tahapan verifikasi calon peserta pemilihan umum — langkah administratif krusial sebelum kontestasi dimulai.
Pesan ketiga berisi peringatan keras kepada pengurus yang pasif. Oesman Sapta tidak suka pemimpin cabang yang “hanya diam dan justru membebani Ketua DPD,” menurut Rio. Bagi mereka yang mendapat amanah memimpin di tingkat kabupaten atau kota, kinerja nyata dalam konsolidasi adalah keharusan.
“Kalau seseorang sudah diberikan tanggung jawab menjadi panglima di suatu kabupaten atau kota tetapi tidak melakukan konsolidasi, hanya diam, dan justru membebani Ketua DPD, maka perlu dipertimbangkan apakah yang bersangkutan masih pantas memimpin,” tegas Rio.
Ia menekankan, ratusan DPC tidak boleh terganggu hanya karena satu atau dua pengurus tidak menjalankan tugas. Hambatan internal adalah musuh terbesar menjelang pemilihan umum.
Mobilisasi Penuh Satu Tahun ke Depan
Pesan keempat adalah seruan fokus penuh. Seluruh kader diminta mengerahkan segenap kekuatan untuk membangun struktur dan konsolidasi partai dalam satu tahun mendatang. Ini masa emas persiapan sebelum tahapan administrasi pemilu semakin ketat.
Pesan kelima, yang terakhir, merupakan pengingat filosofis: kemenangan adalah milik bersama, diraih melalui perjuangan dan keikhlasan, bukan sekadar ambisi personal.
Ketua DPD Hanura Kalsel, Sayed Jafar Alaydrus, melihat kedatangan Tim Task Force DPP sebagai momentum kritis. “Kita semua memahami bahwa Pemilu 2029 masih berada di depan kita. Namun, persiapan tidak boleh dilakukan pada saat-saat terakhir. Partai yang ingin menang harus mempersiapkan diri jauh sebelum pertandingan dimulai,” ujar Sayed.
Jalan Santai Ribuan Kader
Konsolidasi Hanura di Kalimantan Selatan dimulai dengan acara meriah. Minggu pagi (30/8), ribuan kader dan simpatisan mengikuti jalan santai dari Kantor DPD Partai Hanura Kalsel di Landasan Ulin, Banjarbaru, sejak pukul 07.00 WITA.
Para peserta tampil kompak mengenakan pakaian olahraga merah putih berlogo Kepala Singa. Mereka menempuh rute sekitar 3,5 kilometer, berakhir di Gedung Sayed Jafar Alaydrus. Kegiatan ini sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kehadiran langsung Patrice Rio Capella dan Sayed Jafar Alaydrus memompa semangat peserta yang datang dari berbagai pelosok Kalimantan Selatan. Bagi Hanura, momentum ini bukan sekadar ritual partai — ini adalah pertaruhan memenangkan satu dari 575 kursi DPR di 2029.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.