Kota Bandung mulai menghitung ulang denyut Bandara Internasional Husein Sastranegara. Pada libur panjang yang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Bandung mencatat ada 10 penerbangan yang dijadwalkan melayani penumpang dari bandara itu, Senin, 1 September 2026.
Kenaikan aktivitas ini disambut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia menyebut kehadiran enam maskapai dalam jadwal penerbangan hari itu sebagai sinyal yang patut dicermati. Bagi Bandung, angka 10 bukan sekadar jadwal. Ada taruhannya: apakah rute reguler di Husein bisa bertahan dalam dua bulan ke depan.
Farhan melihat peluang penerbangan reguler
Farhan mengatakan Pemkot Bandung akan memakai momentum itu sebagai bahan evaluasi. Fokusnya jelas: melihat apakah penerbangan reguler dari Husein Sastranegara masih bisa berjalan dalam dua bulan mendatang. Evaluasi itu tidak berhenti pada jumlah penerbangan. Pemerintah kota juga mengukur branding Kota Bandung dan kesiapan sarana pendukung di kawasan bandara.
“Alhamdulillah hari ini ada 10 penerbangan. Tadi saya sempat merinding juga ketika mendengarkan lagu Indonesia Raya, tiba-tiba ada pesawat flying pass, keren sekali,” ujar Farhan di Bandung, Senin.
Kalimat itu terdengar ringan. Tapi di lapangan, maknanya jauh lebih besar. Pemkot Bandung melihat trafik bandara sebagai penanda bahwa Husein masih punya tempat dalam peta transportasi udara kota ini. Soalnya, tanpa penumpang dan maskapai yang konsisten, pembicaraan soal keberlanjutan hanya akan berhenti di wacana.
Bandara jadi alat ukur branding kota
Dari sisi pemerintah kota, Husein bukan sekadar pintu masuk dan keluar penumpang. Bandara itu juga dibaca sebagai etalase Bandung. Karena itu, evaluasi yang disiapkan mencakup hal yang lebih luas: citra kota, kesiapan akses, dan infrastruktur penunjang di sekitar bandara.
Di saat yang sama, geliat penerbangan di Husein memang mulai menunjukkan arah pemulihan. Sejumlah rute domestik yang sempat berjalan, seperti ke Palembang dan Tanjung Karang, disebut mendapat respons penumpang yang memadai. Di tahap berikutnya, penerbangan jet ditargetkan kembali beroperasi pada 14 Agustus 2026, lalu rute internasional menyusul pada 17 Agustus 2026. Target itu membuat perhatian ke bandara ini tidak lagi kecil.
Delapan maskapai menunggu finalisasi
Di balik jadwal 10 penerbangan hari itu, ada proses yang lebih besar sedang dikerjakan. Pemkot Bandung sebelumnya menyebut sedikitnya delapan maskapai tengah memfinalisasi operasional di Husein. Nama-nama yang masuk proses itu mencakup grup Garuda, grup Lion, TransNusa, dan dua maskapai internasional. Belum semua tuntas, tapi arah pembicaraannya sudah jelas.
Bandara Husein juga disebut bakal kembali berstatus internasional dan disiapkan untuk melayani rute luar negeri seperti Kuala Lumpur hingga Singapura. Pada saat yang sama, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung memperkuat branding pariwisata di area bandara melalui kolaborasi dengan pihak bandara dan sektor swasta. Visual Bandung mulai ditampilkan di ruang kedatangan. Ada ornamen, ada layar LED, ada pesan yang ingin dibangun sejak kaki wisatawan menginjak terminal.
Farhan kini menunggu satu hal yang paling menentukan: apakah setelah dua bulan ke depan penerbangan reguler masih berjalan. “Kita lihat setelah dua bulan ke depan reguler kita masih bisa jalan apa tidak,” ujarnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.