JAKARTA — Anggota DPR AS Tim Moore mengatakan dukungan untuk meloloskan resolusi sementara atau continuing resolution sudah ada untuk menjaga pemerintahan tetap berjalan hingga pertengahan Desember. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Bloomberg, di tengah kebuntuan politik yang kembali membuat Kongres bergantung pada skema pendanaan jangka pendek.
Moore, yang berasal dari Partai Republik dan mewakili Carolina Utara, juga menyoroti kesulitan meraih 60 suara yang dibutuhkan di Senat untuk membawa legislasi ke tahap lanjut. Menurut dia, situasi itu ikut mendorong Kongres terus memakai resolusi sementara, sementara utang nasional Amerika Serikat telah melampaui $40 trillion.
Resolusi sementara dan tekanan di Senat
Dalam perbincangan dengan Kailey Leinz dan Joe Mathieu pada edisi malam program Balance of Power milik Bloomberg, Moore menilai angka dukungan yang dibutuhkan untuk meloloskan langkah pendanaan sementara itu tersedia. Ia tidak mengurai detail peta suara, tetapi menegaskan bahwa dorongan politik untuk mencegah penutupan pemerintahan masih ada.
Isu ini penting karena continuing resolution menjadi alat yang kerap dipakai ketika Kongres belum mencapai kata sepakat atas pendanaan penuh. Jika jalan itu dipilih lagi, pemerintahan federal bisa tetap berjalan sampai pertengahan Desember, tetapi hanya dengan pijakan waktu yang pendek. Artinya, tekanan politik belum benar-benar selesai.
Utang nasional jadi latar yang makin berat
Moore juga membawa isu fiskal yang lebih besar ke meja perdebatan. Ia menyebut Washington menghabiskan terlalu banyak uang saat utang nasional menembus $40 trillion. Angka itu ia pakai untuk menegaskan bahwa persoalan pendanaan sementara bukan sekadar soal teknis legislasi, melainkan cerminan kebiasaan belanja pemerintah federal.
Bagi pembaca yang mengikuti kebijakan Amerika Serikat, pernyataan ini memberi sinyal bahwa pertarungan anggaran belum akan reda. Resolusi sementara memang bisa meredam ancaman terdekat, tetapi juga menunda keputusan yang lebih sulit tentang arah belanja negara dan batas kompromi antarpartai. Karena itu, setiap dorongan untuk lolos di Senat tetap krusial.
Bloomberg melaporkan komentar Moore itu dalam program Balance of Power, saat Kongres kembali berhadapan dengan pertanyaan lama: apakah pendanaan sementara cukup untuk menjaga stabilitas, atau justru memperpanjang pola ketergantungan yang sama dari satu tenggat ke tenggat berikutnya.
Moore tidak hanya berbicara soal angka suara. Ia mengaitkannya langsung dengan cara Washington mengelola uang negara, di saat beban utang sudah berada di atas $40 trillion dan ruang kompromi politik makin sempit.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.