Club América pulang dengan tangan hampa dari Dignity Health Sports Park, Carson, Amerika Serikat, setelah kalah 4-5 dalam adu penalti dari Monterrey pada duel semifinal Leagues Cup 2026 yang berakhir 2-2 di waktu normal, 3 September 2026. Bagi América, hasil ini pahit sekali. Tim asuhan Guillermo Almada memang masih belum kalah, tapi laju itu tak berbuah tiket ke fase berikutnya.
Babak pertama dingin, babak kedua meledak
Laga berjalan lambat pada 45 menit pertama. Fisik lebih sering berbicara ketimbang kreativitas. Pelanggaran datang silih berganti, sementara peluang bersih nyaris tak terasa. Duel antarpemain Liga MX itu seperti menahan napas terlalu lama, lalu meledak setelah turun minum.
Diego Rossi memecah kebuntuan pada menit ke-49 lewat aksi yang semula tampak seperti umpan silang, tapi justru berakhir sebagai gol indah yang menipu Rodolfo Cota. América tidak butuh lama untuk menjawab. Ramón Juárez menyelesaikan serangan dengan tenaga penuh di kotak penalti, lalu Alan Cervantes mengirim tembakan melengkung dari luar area yang membuat stadion di Carson berubah warna menjadi biru krem. Cepat. Padat. Panas.
América sempat berbalik unggul
Momentum sempat berada di tangan América. Setelah tertinggal, mereka menekan dengan lebih berani dan memanfaatkan ruang yang mulai terbuka di lini belakang Monterrey. Gol Juárez mengembalikan energi, sedangkan sepakan Cervantes memberi mereka keunggulan yang terasa cukup untuk menutup laga. Tapi Monterrey tidak menyerah begitu saja.
Rayados menjaga ritme dan memaksa duel sampai menit akhir. Di momen-momen semacam ini, detail kecil menentukan. Satu sapuan. Satu transisi. Satu sentuhan yang telat. América memang sempat terlihat nyaman, tetapi pertandingan belum selesai ketika peluit waktu normal berbunyi dengan skor 2-2.
Penalti jadi pembeda
Adu penalti menghapus semua jarak yang dibangun selama 90 menit. Monterrey tampil lebih tenang saat eksekusi, lalu menuntaskan babak itu dengan skor 5-4. América tersingkir, Monterrey melaju ke semifinal turnamen yang mempertemukan klub-klub Liga MX dan MLS itu.
Polémik ikut mengiringi laga. América sempat menuntut penalti pada babak pertama dan juga memprotes satu keputusan yang dinilai merugikan mereka. Namun, di tengah tensi setinggi itu, keputusan akhir tetap jatuh ke titik putih. Dan di sana Monterrey lebih dingin.
Untuk América, status tak terkalahkan bersama Guillermo Almada masih terjaga. Tapi angka itu terasa hampa setelah peluang meraih Leagues Cup pertama dalam sejarah klub lenyap di Carson. Mereka menyisakan satu tugas berikutnya: memulihkan tenaga dan menunggu laga berikutnya dengan luka yang masih segar. Monterrey, sebaliknya, membawa modal besar dari kemenangan yang lahir dari ketenangan di momen paling bising.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.