Alasan pengembang: sebar wisatawan, kurangi sesak
Pori memberi pembelaan dengan menyebut proyek itu akan menyebarkan wisatawan dan mengurangi kepadatan di area penginapan yang sudah ada di dalam taman. “It’s about safety, convenience and adding something to the park so that it would be a nice place for people to come to. And the fact that it’s a long way away from where the other lodging is, which is congested,” kata Pori.
Argumen itu penting karena menyentuh pertanyaan yang lebih besar: apakah fasilitas baru memang membantu pengunjung, atau justru membuka pintu untuk penggunaan lahan publik demi proyek swasta. Di Yosemite, batas antara akses wisata dan komersialisasi tampak semakin tipis.
Rencana tukar lahan Yosemite ini sudah mendapat dukungan dari pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri, menurut sumber yang dikutip NOTUS, media pertama yang melaporkan kabar tersebut. Namun pemerintah belum masuk ke tahap final.
Jalur hukum masih panjang
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Elizabeth Peace, mengatakan kepada The Washington Post bahwa bila proposal yang lebih konkret diajukan, rencana itu akan tunduk pada hukum federal dan proses peninjauan. Proses itu mencakup komentar publik dan penilaian lingkungan.
Peace juga mengatakan pertukaran lahan tidak selalu memerlukan persetujuan anggaran Kongres jika pihak pengusul bersedia menanggung semua biaya yang terkait. Tapi, tergantung pada nilai taksir properti yang terlibat, pemberitahuan atau persetujuan Kongres bisa saja tetap dibutuhkan sebelum pertukaran selesai.
Secara praktik, National Park Service biasanya hanya memindahkan lahan dengan persetujuan Kongres. Ada pengecualian untuk penyesuaian kecil pada batas taman, selama tujuannya konservasi. Itu sebabnya kasus Yosemite ini langsung dipantau ketat.
Lebih jauh, Land and Water Conservation Fund menjadi salah satu instrumen yang sering dipakai untuk melindungi kawasan alam, dengan dana permanen tahunan sebesar $900 million lewat Great American Outdoors Act of 2020. Program bipartisan yang berdiri sejak 1964 itu menggunakan pendapatan dari leasing minyak dan gas lepas pantai untuk membeli tanah, hak air, dan easement konservasi.
Masalahnya, daftar yang dikirim pemerintahan Trump ke anggota subkomite alokasi Senat untuk Interior pada awal tahun ini memang memuat pertukaran lahan Yosemite untuk transaksi dana tahun fiskal 2026. Tapi Kongres belum memajukan proyek itu.
Senator Jeff Merkley dari Oregon dan Lisa Murkowski dari Alaska, dua anggota teratas subkomite tersebut, telah memberi daftar proyek yang mereka setujui untuk dilanjutkan. Yosemite tidak masuk di dalamnya. Juru bicara Merkley mengatakan proyek itu tidak termasuk karena senator tersebut menolak.
Lahan yang dibidik untuk pertukaran berada di Tuolumne dan Mariposa counties. Sementara itu, lahan yang akan diterima pemerintah sebagai gantinya “may be in a different county,” menurut dokumen yang diserahkan ke Kongres. Desai memperingatkan, bila pertukaran lahan ini disahkan untuk keuntungan komersial, bukan konservasi, maka preseden yang lahir bisa berbahaya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.