Dompet warga Jakarta dan sekitarnya mungkin bisa sedikit bernapas lega untuk sementara waktu. PT Pertamina memilih untuk tidak mengutak-atik harga Pertamax, meski hitungan di atas kertas menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi. Saat ini, Pertamax masih dijual di SPBU dengan banderol Rp15.950 per liter.
Padahal, kenyataan di lapangan berkata lain. Estimasi harga keekonomian bahan bakar dengan RON 92 ini sebenarnya menyentuh kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per liter. Artinya, ada selisih yang lumayan besar antara harga yang dibayar konsumen dengan biaya operasional sebenarnya.
Beban Ekonomi yang Ditahan
Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, membedah hitungan tersebut. Menurutnya, kesenjangan antara harga jual saat ini dengan nilai keekonomian mencapai angka Rp750 sampai Rp900 per liter. Angka ini adalah potret beban ekonomi yang belum dibebankan langsung kepada konsumen pengguna Pertamax.
Penentuan harga keekonomian ini bukanlah hasil tebak-tebakan. Ada deretan variabel rumit yang harus dihitung Pertamina setiap saat. Mulai dari pergerakan harga minyak mentah dunia yang sering berubah-ubah, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga ongkos distribusi dan penyimpanan BBM ke seluruh pelosok negeri. Belum lagi margin keuntungan dan pajak yang harus disetorkan ke negara.
Pemerintah dan Pertamina tentu punya alasan kuat memilih untuk menahan harga. Di awal September ini, mereka tampak ingin menjaga napas daya beli masyarakat agar tidak tercekik kenaikan harga barang pokok. Yusuf melihat langkah ini sebagai pilihan sadar untuk meredam gejolak sosial.
Bagi korporasi sekelas Pertamina, kondisi ini sebenarnya masih bisa dikelola dalam jangka pendek. Apalagi, mereka tidak menahan semua harga BBM nonsubsidi. Ada produk lain yang sudah disesuaikan nilainya lebih dulu sejak awal bulan ini.
Dinamika BBM Nonsubsidi Lainnya
Memang, tidak semua produk BBM dibiarkan stagnan. Pertamina justru menaikkan harga pada jenis BBM lain seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Per 1 September 2026, harga Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Begitu pula dengan Pertamina Dex yang naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter khusus di wilayah Jabodetabek.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.