Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI Kemenag 2026 masuk tahap uji coba tingkat kabupaten/kota pada 4-5 September 2026. Setelah pendaftaran ditutup pada 2 September, ajang yang menyaring siswa madrasah dan sekolah umum sederajat ini bergerak ke fase yang paling menentukan bagi peserta bidang sains dan riset.
Tahap kabupaten/kota jadi pintu awal yang tak ringan. Dari sini, peserta disaring lagi sebelum menuju provinsi, lalu nasional. Kemenag menyiapkan jadwal berlapis agar seleksi berjalan bertahap, dengan alur yang berbeda untuk dua bidang kompetisi itu. Riset bergerak lewat unggah proposal lebih awal, sedangkan sains mulai dari level satuan pendidikan.
Jadwal OMI 2026 bergerak rapat sampai November
Berdasarkan jadwal yang dirilis Kemenag, OMI tingkat satuan pendidikan sudah digelar pada 22-26 Agustus 2026. Pendaftaran tingkat kabupaten/kota menyusul pada 27 Agustus-2 September, lalu uji coba dimulai hari ini. Pelaksanaan tingkat kabupaten/kota dijadwalkan pada 7-8 September, dengan pengumuman hasil pada 12 September 2026.
Setelah itu, peserta yang lolos masuk ke uji coba tingkat provinsi pada 1-2 Oktober. Pelaksanaan provinsi berlangsung 5-6 Oktober, dan pengumumannya dijadwalkan 10 Oktober 2026. Pada sumber lain, rangkaian bidang sains disebut akan berlanjut hingga tingkat nasional pada November 2026. Padat. Hampir tak ada jeda panjang.
Bidang sains dan riset punya jalur seleksi berbeda
OMI 2026 tidak berjalan dengan satu pola tunggal. Bidang sains menempuh jalur berjenjang dari kabupaten/kota, provinsi, lalu nasional. Sementara itu, bidang riset membuka pintu lewat pengajuan proposal yang dibuka sejak 22 Agustus 2026, lebih awal dari jalur sains.
Pemisahan jalur ini membuat peserta harus jeli membaca kalender lomba. Satu hari terlambat saja bisa berarti hilang kesempatan ikut fase berikutnya. Karena itu, Kemenag menaruh seluruh proses pendaftaran dan seleksi secara daring melalui laman omi.kemenag.go.id, yang jadi rujukan utama bagi calon peserta.
Ajang prestasi yang terus dipakai Kemenag
Di sejumlah daerah, OMI memang diposisikan sebagai arena pembinaan sekaligus kompetisi. Pada 2025, Kemenag Sulawesi Tengah membuka tingkat provinsi di Palu dengan 428 siswa madrasah dari MI, MTs, hingga MA. Sebagian hadir langsung di tiga titik, sebagian lain mengikuti secara daring. Pola itu memperlihatkan bagaimana OMI digerakkan sampai ke daerah, bukan hanya di pusat.
Jejak serupa juga tampak di Maluku Utara. Pada Oktober 2025, kanwil Kemenag setempat mengumumkan 15 peserta lolos ke nasional setelah seleksi provinsi. Empat di antaranya menembus 10 besar nasional, sementara sebelas lain lolos lewat jalur peringkat terbaik provinsi. Capaian semacam ini ikut memberi gambaran bahwa OMI bukan ajang seremonial. Ada kompetisi nyata di sana. Ada nama daerah yang dipertaruhkan.
Menjelang tahap kabupaten/kota yang dimulai 7-8 September, perhatian kini tertuju pada ketatnya penyaringan awal. Di titik ini, peserta yang lolos bukan hanya membawa nilai, tapi juga tiket untuk menjaga napas kompetisi sampai provinsi dan nasional. Kemenag belum menutup rangkaian itu; pengumuman kabupaten/kota baru akan keluar pada 12 September 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.