Minggu, 6 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Putin dan Witkoff Bahas Akhiri Perang Ukraina di Kremlin

Putin dan Witkoff bahas perang Ukraina di Kremlin
Pertemuan Putin dan Witkoff berlangsung saat Moscow dan Kyiv menahan serangan ke ibu kota selama tiga hari. (Ilustrasi: AI)

MOSKOW — Putin dan Witkoff mulai bertemu di Kremlin pada Sabtu untuk membahas cara mengakhiri lebih dari empat tahun perang di Ukraina. Pertemuan itu digelar saat Washington kembali mendorong jalur negosiasi yang macet, dengan Jared Kushner ikut mendampingi utusan Amerika Serikat itu.

Di saat yang sama, Moscow dan Kyiv menyatakan tak akan saling menyerang ibu kota masing-masing selama tiga hari selama negosiasi berlangsung. Langkah itu membuat pembicaraan damai yang sudah lama buntu kembali bergerak, meski belum ada tanda kesepakatan yang lebih luas.

Putin dan Witkoff masuk ke putaran baru pembicaraan

Rusia dan Ukraina sama-sama disebut menahan serangan ke ibu kota selama proses negosiasi. The Guardian menyebut Putin memulai pembicaraan dengan dua utusan AS itu di Kremlin, sementara kunjungan mereka ke Kyiv dijadwalkan menyusul pada Minggu.

Bloomberg juga melaporkan Putin memerintahkan jeda serangan udara ke Kyiv selama tiga hari ketika Witkoff dan Kushner tiba di Moskow untuk melanjutkan pembicaraan. Artinya, tekanan diplomatik dan militer berjalan bersamaan. Pelan, tapi tegang.

Washington Post menulis para utusan AS itu diperkirakan akan bertemu dengan para presiden Rusia dan Ukraina secara bergantian. Upaya ini muncul ketika jalur pembicaraan damai dinilai mandek dan belum terlihat jalan yang terang menuju perdamaian.

Serangan ke ibu kota ditahan, tapi belum ada gencatan senjata penuh

Dari sisi Rusia, Bisnis.com mengutip Putin yang mengatakan pihaknya menerima permintaan melalui kanal resmi untuk menghentikan serangan ke Kyiv. Putin menyebut ia sudah mengeluarkan perintah dan sejak tengah malam 5 September 2026, serangan terhadap Kyiv tidak lagi dilakukan.

Putin juga mengakui Ukraina telah mengurangi serangan ke wilayah Rusia, termasuk Moskow. Namun ia menegaskan belum ada kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas selama tiga hari.

“Otoritas Ukraina telah menyerukan gencatan senjata yang lebih luas selama tiga hari, tetapi kami tidak pernah menyepakatinya. Meski demikian, kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan keselamatan proses negosiasi dan para mediator,” kata Putin, dikutip Bisnis.com.

Kalimat itu penting. Negosiasi belum menghasilkan terobosan, tapi kedua pihak setidaknya memberi ruang agar pembicaraan tidak langsung terganggu dentuman rudal dan serangan udara. Dalam perang seperti ini, jeda singkat saja punya arti besar bagi kelangsungan dialog.

Kenapa langkah ini diperhatikan banyak pihak

Pembicaraan di Kremlin menjadi sorotan karena melibatkan utusan AS di saat perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung lebih dari empat tahun. Washington berusaha menghidupkan lagi proses yang sebelumnya tertahan, sementara Moscow dan Kyiv masih berhitung soal keamanan, posisi tawar, dan sinyal politik yang ingin mereka kirimkan ke lawan maupun mediator.

Bagi masyarakat di dua ibu kota, jeda serangan selama tiga hari memberi napas singkat. Bagi pemerintah dan tim perunding, masa itu menjadi ujian: apakah ruang aman benar-benar dipakai untuk mempercepat pembicaraan, atau hanya jeda taktis sebelum serangan kembali berlanjut.

Di titik ini, perhatian berikutnya tertuju ke Kyiv. Kunjungan lanjutan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke ibu kota Ukraina pada Minggu akan menunjukkan apakah pembicaraan di Kremlin punya daya dorong, atau justru berhenti di simbol politik tanpa hasil nyata.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda