Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Jadwalnya Keluar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menebar dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp66 per saham dengan total sekitar Rp6,16 triliun. Keputusan itu disetujui Dewan Komisaris pada 3 September 2026, dan langsung masuk ke radar investor karena menyangkut arus kas pemegang saham serta kalender pembagian dividen yang sudah mulai berjalan.

Manajemen Bank Mandiri menyebut pembagian ini mengacu pada 93,33 miliar saham beredar. Perseroan juga menegaskan dividen interim itu tidak berdampak material pada operasi, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha bank. Bagi pasar, angka ini memberi sinyal bahwa BMRI masih menjaga ritme pembagian laba ke pemegang saham. Cepat. Tegas.

Jadwal cum date dan pembayaran sudah ditetapkan

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Adhika Vista, mengumumkan jadwal dividen interim tahun buku 2026. Cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 15 September 2026. Ex date sehari setelahnya, 16 September 2026. Lalu, daftar pemegang saham yang berhak atas dividen ditutup pada 17 September 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.

Di harga saham BMRI yang saat informasi itu disusun berada di level Rp4.370 per saham, potensi imbal hasil dividen interim berada di kisaran 1,51 persen. Angka ini memang bukan yang paling besar di lantai bursa, tapi cukup untuk menahan perhatian pelaku pasar yang menunggu kepastian distribusi laba dari bank pelat merah.

Melanjutkan tren dividen yang terus menanjak

Langkah terbaru ini datang setelah BMRI membukukan pola pembagian dividen yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun buku 2025, bank ini membagikan dividen Rp44,47 triliun atau 79 persen dari laba bersih perseroan. Dividen per saham ketika itu mencapai Rp476,95, naik dari Rp466,18 per saham pada tahun buku 2024.

Sumber lain mencatat total dividen tahun buku 2025 di level Rp44,47 triliun, dengan Rp100 per saham sudah dibayarkan sebagai dividen interim pada Januari 2026. Sisanya dibayarkan sebagai dividen final, yang sempat mencerminkan yield menarik di pasar. Dalam setahun penuh, BMRI bahkan tercatat membayar dividen Rp50,63 triliun sepanjang 2026 menurut catatan investor. Angka-angka ini menegaskan satu hal: kebijakan bagi hasil BMRI tetap agresif, dan pasar sudah terbiasa menunggu pengumuman semacam ini.

Arah pasar ikut menimbang sinyal laba BMRI

Di balik pembagian dividen interim ini, kinerja laba juga ikut dibaca investor. BMRI mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp30,41 triliun sepanjang semester I-2026. Data itu menjadi dasar penting bagi pasar untuk menilai seberapa kuat ruang distribusi laba bank ke depan.

Bagi pelaku pasar, jadwal dividen kerap lebih dari sekadar tanggal di kalender. Ada arus dana, ada perhitungan kepemilikan, dan ada sentimen jangka pendek yang bisa bergerak cepat di saham bank besar. BMRI sendiri sudah memberi sinyal bahwa pembagian kali ini tidak mengganggu kegiatan usaha. Tinggal menunggu 2 Oktober 2026, saat Rp6,16 triliun itu mulai mengalir ke rekening para pemegang saham.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda