JAKARTA — Juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menekankan partainya tidak berhak melarang keputusan partai lain untuk mengusung figur apapun dalam Pilpres 2029. Pernyataan itu merespons pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilihat sebagai sinyal ambisi kepresidenan.
“Ya tentu setiap partai punya kebebasan, kemerdekaan masing-masing. Kita juga dari Gerindra tidak bisa melarang ya, setiap partai kemudian kalau ada keinginan atau ada kemauan untuk kemudian mencalonkan diri,” ungkap Bahtra kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 8 September 2026.
Sikap Gerindra ini merupakan respons terhadap pidato AHY saat peringatan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu 6 September 2026 lalu. Dalam acara tersebut, AHY mengingatkan kadernya bahwa kekuasaan bukanlah milik seseorang selamanya, melainkan amanah rakyat dengan batas waktu tertentu.
“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY saat berpidato. Prinsip itu, lanjutnya, perlu terus dipegang kader Partai Demokrat untuk menjaga iklim demokrasi Indonesia tetap sehat.
Bahtra menambahkan Gerindra tetap menghargai setiap pendapat dari partai manapun, baik yang berada di luar koalisi maupun bagian dari Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
“Tentu kami menghargai, menghormati setiap pendapat partai baik itu partai yang di luar koalisi, begitupun partai yang ada di pemerintahan sebagai koalisi Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo,” katanya.
Fokus pada Program Pemerintah
Kendati membuka pintu aspirasi dari berbagai partai, Bahtra menekankan saat ini Gerindra masih fokus pada pengawalan program-program prioritas Presiden Prabowo. Menurutnya, kemenangan Pilpres masih jauh di depan mata, sehingga perhatian harus tetap pada kinerja pemerintah.
“Pemilu kita kan masih jauh. Tentu rakyat yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kerja-kerja pemerintah, apalagi di saat situasi tentu yang kita tahu sendiri tantangannya apakah itu tantangan global begitupun tantangan dalam negeri,” tutur Bahtra.
Dia menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, mulai dari bencana alam hingga isu global. “Kita lihat misalnya ada bencana di mana-mana dan ini kita harus solid bekerja sama untuk terus bagaimana berbuat yang terbaik dalam situasi yang seperti ini,” pungkas Bahtra.
Pernyataan Gerindra menunjukkan adanya dinamika dalam koalisi pemerintah menjelang kontestasi Pilpres 2029. Sementara beberapa pihak mengartikan pidato AHY sebagai sinyal kuat bahwa Partai Demokrat akan mengambil posisi berbeda, Gerindra mengambil pendekatan yang lebih longgar dan toleran terhadap keputusan setiap partai politik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.