Jason Gunawan menutup China Masters 2026 dengan kemenangan telak di Shenzhen Arena, China, Minggu, 7 September 2026. Pebulu tangkis tunggal putra Hong Kong keturunan Indonesia itu mengalahkan sesama wakil Hong Kong, Lee Cheuk Yiu, 21-9, 21-16, untuk merebut gelar juara Super 750.
Hasil itu langsung mengangkat nama Jason. Bukan cuma karena ia menjuarai salah satu turnamen besar BWF World Tour, tapi juga karena jalannya ke podium tertinggi dibangun lewat kejutan-kejutan yang beruntun. Ia menyingkirkan Jonatan Christie, unggulan teratas asal Indonesia, lalu melangkah mulus sampai final. Tajam. Rapih. Tanpa banyak celah.
Jason lurus ke puncak
Di final, Jason tampil jauh lebih tenang dibanding Lee Cheuk Yiu. Skor 21-9 pada gim pertama memperlihatkan jarak permainan yang cukup mencolok, sebelum ia menutup laga dengan 21-16. Kemenangan itu menjadi gelar keduanya di level BWF World Tour. Sebelumnya, ia pernah menjuarai Syed Modi India International 2025 yang masuk kategori Super 300.
Dari catatan yang muncul usai laga, kemenangan ini juga tercatat sebagai gelar pertama Jason di China Masters. Pada usia 22 tahun, ia menambah daftar pencapaian yang membuatnya makin diperhitungkan di turnamen besar. Nilai hadiah juaranya pun tidak kecil. Jason membawa pulang sekitar 85.000 dolar AS, atau lebih dari 2,2 miliar dong Vietnam menurut hitungan yang beredar dari laporan tersebut.
Hong Kong ikut mencuri panggung
China Masters 2026 sendiri berakhir dengan pembagian gelar ke lima negara berbeda. Turnamen BWF World Tour Super 750 itu memang menghadirkan persaingan ketat sampai partai terakhir. Hong Kong mendapat sorotan khusus karena dua wakilnya, Jason Gunawan dan Lee Cheuk Yiu, sama-sama menembus partai puncak sektor tunggal putra.
Jason datang ke final dengan modal besar. Di babak sebelumnya, ia membuat kejutan saat membungkam Jonatan Christie di 16 besar dengan skor 16-21, 16-21. Setelah itu, ia terus menjaga ritme permainan dan mengamankan tiket final. Dalam laporan lanjutan, kemenangan atas Jonatan bahkan disebut sebagai salah satu batu loncatan terpenting sebelum Jason menuntaskan turnamen dengan gelar.
Sementara itu, di sektor tunggal putri, unggulan utama asal Korea Selatan An Se-young juga melangkah tanpa banyak hambatan. Persaingan di Shenzhen memang padat. Tapi Jason yang paling mencolok. Dan ia pulang sebagai juara. Gelar ini bukan sekadar tambahan trofi di lemari, melainkan sinyal bahwa pemain Hong Kong berusia 22 tahun itu sudah masuk radar papan atas, dengan agenda berikutnya menunggu di turnamen yang lain.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.