Aston Villa memetik kemenangan penting 3-2 atas Club Brugge di Stadion Jan Breydel, Bruges, Selasa malam waktu setempat, pada laga fase liga Liga Champions. Hasil ini langsung mengangkat Villa ke puncak klasemen sementara, sementara Brugge tercecer di posisi 35 tanpa poin.
Duel ini berjalan ketat sejak awal. Villa sempat unggul lebih dulu, Brugge merapat, lalu laga kembali bergeser. Panas. Dalam laga pembuka yang berat itu, tuan rumah sempat memberi perlawanan yang cukup untuk membuat tim Inggris tak bisa santai sedikit pun.
Villa memulai dengan pukulan cepat
Aston Villa mengambil inisiatif serangan sejak menit awal dan menuai hasil pada menit ke-11 lewat gol John McGinn. Brugge sempat membalas pada menit ke-19 melalui Hugo Vetlesen, memanfaatkan umpan Jan Virgili untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Villa tak butuh waktu lama untuk merespons. Tiga menit setelah gol penyama itu, tim tamu kembali mencuri keunggulan. Emiliano Buendia ikut menambah gol bagi Villa, sebelum Nicolas Jackson kemudian memastikan tim asuhan Unai Emery pulang dengan tiga poin.
Pertahanan Brugge kembali jadi bahan perhatian. Dalam laga yang sama, mereka kebobolan tiga kali dan tetap kesulitan menjaga ritme saat menghadapi tekanan Villa. Catatan mereka melawan klub Inggris juga belum membaik. Dari 17 laga terakhir di kompetisi Eropa melawan wakil Inggris, Brugge hanya menang sekali, imbang tiga kali, dan kalah 13 kali.
Brugge sempat menekan, tapi gagal mengunci momentum
Tuan rumah masih sempat menjaga harapan lewat Nicolo Tresoldi. Eksekusi penaltinya memperkecil skor menjadi 2-3 dan membuat suasana stadion kembali hidup. Tapi setelah itu, Villa tetap mampu menjaga keunggulan sampai laga berakhir.
Hasil ini juga menegaskan tren yang sudah terlihat sejak sebelum pertandingan. Brugge memang datang dengan modal pengalaman Eropa dan rasa percaya diri di kandang, tapi riwayat pertemuan dengan klub Inggris belum berpihak kepada mereka. Di sisi lain, Villa datang dengan status juara bertahan Liga Europa dan membawa beban performa yang sempat naik turun pada awal musim.
Awal fase liga langsung memberi tekanan
Kemenangan di Bruges memberi Villa start yang ideal di fase liga Liga Champions 2026/2027. Satu laga, tiga poin, dan posisi teratas klasemen sementara. Cukup keras untuk ukuran laga tandang pembuka.
Bagi Brugge, pekerjaan rumahnya langsung menumpuk. Lini belakang mereka kembali disorot, sementara hasil di kandang sendiri belum cukup untuk menutup jarak kualitas dengan lawan yang lebih rapi saat momen krusial tiba. Villa, pada saat yang sama, bergerak ke pertandingan berikutnya dengan modal mental yang jauh lebih stabil. Itu penting. Dan jadwal Liga Champions mereka baru saja dimulai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.