Masalah lain datang dari kalender olahraga. Pada 9 September, konvensi akan bersaing dengan laga pembuka musim reguler NFL antara Seattle Seahawks dan New England Patriots. Di hari kedua, San Francisco 49ers akan melawan Los Angeles Rams. Pertandingan NFL dikenal rutin menyedot audiens televisi besar di Amerika Serikat, sehingga perhatian publik berpotensi terpecah.
Dampaknya ke strategi Partai Republik
Di atas kertas, Partai Republik berharap konvensi ini menghidupkan basis pemilih. Para penyelenggara ingin menonjolkan kebijakan imigrasi Trump dan pemotongan pajak untuk menjaga semangat pendukung menjelang pemilu sela November.
Juru bicara RNC, Natalie Baldassarre, mengatakan kepada Reuters, “President Trump turns out voters like no other candidate, and this convention will provide the momentum needed to expand our majorities in November.”
Namun isu yang muncul justru kebalikan dari pesan kampanye itu. Kalau tiket terasa terlalu mahal, tempat acara tak penuh, dan publik lebih memilih NFL, maka konvensi yang semestinya jadi ajang penguatan bisa berubah menjadi tes stres untuk mesin politik Trump. The Independent mengatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.
Di saat Trump masih mencatatkan tingkat persetujuan yang rendah dalam sejumlah jajak pendapat terbaru, acara di Dallas kini ikut dibaca sebagai ujian awal: apakah Partai Republik bisa menjual energi politik itu ke pemilih, atau justru harus menanggung biaya besar untuk panggung yang tak ramai ditonton.
Dan pertanyaan paling tajam masih menggantung. Di Dallas, partai ini ingin menampilkan kekuatan. Yang terdengar dari banyak operatif justru sebaliknya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.