Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pengiriman Apple Watch Naik 14% di Q2 2026 Saat Pasar Turun

Pengiriman Apple Watch Naik 14% di Q2 2026 Saat Pasar Turun
Pengiriman Apple Watch Naik 14% di Q2 2026 Saat Pasar Turun

JAKARTA — pengiriman Apple Watch naik 14% pada kuartal kedua 2026, meski pasar smartwatch secara keseluruhan justru turun. Temuan itu datang dari laporan baru Counterpoint Research yang dikutip 9to5Mac pada 8 September 2026.

Laporan yang sama menyebut Apple bukan satu-satunya merek yang masih bertahan. Garmin dan Huawei juga disebut berhasil menentang tren pelemahan pasar, sementara Huawei mencatat pangsa pengiriman global tertinggi yang pernah ia raih.

Pasar turun, tiga merek masih tumbuh

Data ini memberi sinyal yang cukup jelas: pasar smartwatch tidak bergerak serempak. Di saat banyak merek lain menghadapi tekanan pengiriman, Apple Watch tetap mencatat kenaikan dua digit. Itu penting karena smartwatch kini bukan sekadar aksesori, tapi perangkat yang bersaing ketat di kelas premium dan kesehatan digital.

Counterpoint Research belum merinci angka lengkap dalam cuplikan yang dibagikan 9to5Mac, namun arah laporannya sudah tegas. Ada merek yang masih menarik permintaan, ada pula yang tertahan oleh pelemahan pasar. Apple, Garmin, dan Huawei masuk kelompok pertama.

Huawei catat pangsa global rekor

Bagian paling menonjol dari laporan itu ada pada Huawei. Perusahaan asal Tiongkok tersebut disebut mencapai pangsa pengiriman global tertinggi sepanjang catatan yang disorot Counterpoint Research. Kalimat itu menandakan pergeseran persaingan yang tidak kecil, terutama di pasar wearable yang selama ini banyak dipimpin pemain lama.

Buat industri, kondisi ini menunjukkan bahwa pertarungan smartwatch tidak lagi cuma soal merek besar asal Amerika. Strategi produk, ekosistem, dan kemampuan menjual perangkat ke pasar yang tepat tampak makin menentukan hasil pengiriman. Apple masih kuat, tapi ruang geraknya kini tidak sendirian.

Dampaknya ke pasar wearable

Untuk konsumen, laporan seperti ini biasanya jadi petunjuk awal arah persaingan produk. Saat satu merek naik di tengah pasar yang turun, biasanya ada dorongan pada fitur, harga, dan pembaruan lini produk dalam beberapa bulan berikutnya. Itu bisa berimbas ke pilihan model, nilai jual ulang, sampai agresivitas promosi di toko resmi maupun mitra penjualan.

Di pasar seperti Indonesia, efeknya sering terasa lewat ketersediaan produk dan penyesuaian harga di kanal ritel. Jika permintaan global bergeser, distribusi dan prioritas stok bisa ikut berubah. Karena itu, lonjakan pengiriman Apple Watch bukan cuma angka internal perusahaan. Ada sinyal bisnis di belakangnya.

Apel ke kompetitor makin ketat

Laporan Counterpoint Research yang dikutip 9to5Mac juga menegaskan satu hal lain: pasar smartwatch masih sangat dinamis. Apple, Garmin, dan Huawei sama-sama mampu bergerak melawan arus pada Q2 2026, tapi alasan di balik kenaikan masing-masing merek belum dijabarkan dalam cuplikan sumber yang tersedia.

Yang sudah pasti, pangsa pengiriman global Huawei yang disebut mencapai rekor akan jadi perhatian lanjutan para pesaing. Jika tren itu bertahan, peta persaingan smartwatch bisa makin ketat pada laporan kuartal berikutnya.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 10 September 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis