Menanti Restu DPP
Meski sudah ada kesepakatan bulat di tingkat kota, mesin politik NasDem belum bisa berlari kencang tanpa dokumen legal. DPD NasDem Samarinda saat ini tengah menyiapkan berkas administratif untuk dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di Jakarta. Komunikasi intensif sudah mulai dibangun agar usulan ini segera mendapatkan surat keputusan resmi.
Joha ingin memastikan barisan pendukung tetap solid. Ia sengaja mengunci suara dari tingkat DPC agar tidak ada spekulasi liar di lapangan. Strategi ini dianggap krusial supaya ketika perintah dari pusat turun, seluruh kader sudah dalam posisi siap tempur. Tidak ada lagi celah untuk berdebat atau berpaling ke nama lain.
“Kami menyatukan suara sejak dini. Tujuannya sederhana, agar saat ada perintah resmi dari DPP, seluruh kader sudah satu suara. Untuk kader internal NasDem, cuma ada satu nama yang kami dorong. Hanya Saefuddin Zuhri,” ucapnya tegas.
Momentum ini memang terhitung krusial bagi masa depan partai di ibu kota Kalimantan Timur. Setelah Andi Harun tak lagi menjabat, dinamika di Samarinda diprediksi bakal makin cair dan kompetitif. Posisi kursi wali kota merupakan aset strategis yang diperebutkan oleh banyak kekuatan politik di daerah.
Kini, bola panas berada di tangan DPP Partai NasDem. Apakah restu pusat akan sejalan dengan aspirasi yang disuarakan oleh para pengurus di tingkat akar rumput? Publik di Samarinda kini hanya tinggal menunggu langkah administratif selanjutnya yang bakal menentukan arah koalisi di lapangan nanti.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.