Dampaknya berantai. Ketika air bersih jadi barang mewah, kesehatan warga menjadi taruhan. Risiko penyakit kulit hingga gangguan pencernaan mengintai di tengah keterbatasan sarana sanitasi. Fenomena ini pun bukan monopoli Ketapang saja, melainkan tren umum di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat yang sedang mengarungi puncak kemarau sepanjang September 2026.
Komitmen di Tengah Krisis
Amantus menegaskan bahwa aksi dua hari ini hanyalah permulaan. Partai Perindo berjanji bakal terus bergerak selama hujan belum mengguyur bumi Ketapang. Mereka tidak ingin sekadar memberikan bantuan simbolis, melainkan memastikan pasokan air sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan.
“Selama hujan belum turun dan air bersih belum tersedia dengan layak, kami akan terus bergerak. Ini bukan sekadar membagi air, melainkan bukti keberadaan Perindo yang peka terhadap penderitaan rakyat,” ucapnya tegas. Baginya, kehadiran partai di tengah bencana adalah ujian loyalitas sesungguhnya terhadap konstituen di tingkat akar rumput.
Kehadiran armada bantuan air dari Perindo di tengah teriknya siang hari ini menjadi oase kecil di tengah derita panjang warga Ketapang. Langkah partai ini sekaligus menjadi sinyal bahwa dalam situasi darurat alam, aksi nyata di lapangan jauh lebih berarti daripada sekadar retorika.
Kini, mata warga masih tertuju ke langit, menanti mendung yang tak kunjung datang sambil mengandalkan bantuan air yang datang dari pintu ke pintu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.