Bahaya Laten di Dunia Kerja
Dampak dari kegagalan ini tidak akan hilang begitu saja saat mereka lulus sekolah. Tanpa keterampilan membaca yang solid, generasi muda Vietnam akan terpinggirkan di pasar tenaga kerja global. Industri modern menuntut pekerja yang mampu belajar cepat, menganalisis data, dan berkomunikasi dengan efisien. Bagaimana mungkin mereka bisa bersaing jika memahami instruksi dasar saja mereka kesulitan?
Kerugian ekonomi jangka panjang menjadi taruhannya. Sebuah bangsa yang tidak memiliki tenaga kerja terampil akan kesulitan berinovasi. Vietnam kini berada di persimpangan jalan. Mereka harus memutuskan apakah akan terus membiarkan sistem pendidikan yang kaku ini berjalan, atau melakukan perombakan total.
Pemerintah Vietnam kini ditekan untuk tidak lagi tutup mata terhadap hasil survei ini. Para pakar pendidikan mulai mendesak agar ada pelatihan guru yang lebih serius. Bukan sekadar pengajar yang mentransfer ilmu, melainkan mentor yang mampu membimbing siswa untuk berpikir kritis.
Program remediasi bagi siswa yang tertinggal juga mendesak untuk segera dijalankan sebelum generasi ini sepenuhnya masuk ke dunia kerja dengan bekal yang tidak mumpuni.
Beberapa negara tetangga yang berhasil memperbaiki tingkat literasinya telah membuktikan bahwa investasi pada pemberdayaan guru adalah kunci. Vietnam perlu meniru pola tersebut jika tidak ingin semakin tertinggal dalam peta kompetisi global. Literasi bukan lagi soal tambahan, tapi pondasi paling utama bagi kelangsungan ekonomi dan sosial negara di masa depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.