Di Pennsylvania, sebuah fasilitas minyak dan gas juga diperintahkan menjaga operasi turbin sebagai pengaman terhadap potensi kekurangan pasokan listrik di jaringan mid-Atlantic. Bagi para pengkritik, pola itu menunjukkan pemerintah mencoba memperpanjang umur aset fosil yang sudah mahal, rapuh, dan tetap menimbulkan beban kesehatan bagi warga sekitar.
Respons kelompok lingkungan
Ted Kelly, U.S.
clean energy director di Environmental Defense Fund, mengatakan putusan tersebut menolak kampanye nasional pemerintahan Trump untuk memaksa “unreliable, aging coal plants that are bleeding money and polluting communities to stay online.” Ia menyebut langkah Departemen Energi sebagai tindakan yang memaksa keluarga dan bisnis di Midwest membayar ratusan juta dolar untuk pembangkit yang seharusnya sudah ditutup lebih dari setahun lalu.
Sanjay Narayan, pengacara Sierra Club, juga menyebut keputusan itu sebagai kemenangan bagi keluarga di Midwest yang “paying to keep this old, expensive and dirty power plant online.” Menurut dia, pemerintah Trump terus mengerahkan segala cara untuk menopang bahan bakar fosil yang mahal dengan biaya publik, namun agenda itu tidak akan berhasil.
Departemen Energi belum langsung merespons permintaan komentar. Sementara itu, putusan pengadilan banding ini diperkirakan akan memperkuat posisi lawan-lawan kebijakan serupa yang masih menunggu nasib perintah darurat lain di berbagai wilayah Amerika Serikat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.