Rabu, 16 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

BNPB: OMC Tak Bisa Dilakukan Jika Tak Ada Bibit Awan

BNPB: OMC Tak Bisa Dilakukan Jika Tak Ada Bibit Awan
BNPB: OMC Tak Bisa Dilakukan Jika Tak Ada Bibit Awan

Langit yang bersih dan biru seringkali dianggap sebagai berkah oleh warga, namun bagi tim penanganan kebakaran hutan dan lahan, pemandangan itu justru menjadi mimpi buruk.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pengingat keras bahwa operasi modifikasi cuaca atau OMC punya batasan teknis yang sangat mutlak. Jika langit tidak menyediakan bibit awan, jangan harap hujan bisa diturunkan lewat penyemaian garam.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan fakta lapangan tersebut di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9). Ia tidak ingin masyarakat memiliki ekspektasi berlebihan bahwa OMC adalah tombol ajaib yang bisa ditekan kapan saja untuk memadamkan api.

Syarat Mutlak Bernama Awan

Teknologi OMC bekerja dengan cara menyemai garam ke dalam awan yang berpotensi menjadi hujan. Masalah muncul ketika musim kemarau panjang membuat atmosfer kering kerontang. Tanpa adanya awan yang bisa diproses, tim di lapangan tidak punya material untuk bekerja. Berton blak-blakan menyebut bahwa menebar garam ke langit yang kosong hanyalah pemborosan sumber daya yang sia-sia.

“Ketika hari tanpa hujan, hari tanpa bibit-bibit awan di angkasa, tentu ini juga menyulitkan kita untuk melakukan penyemaian bibit-bibit garam,” ucap Berton di depan awak media. Ia menjelaskan bahwa garam yang ditebar harus masuk ke dalam struktur awan tertentu agar proses kondensasi bisa dipicu secara buatan.

Tanpa awan, garam hanya akan jatuh kembali ke bumi tanpa memberikan dampak apa pun. Tidak ada tetes hujan yang tercipta. Tidak ada pendinginan suhu di area kebakaran yang diharapkan.

Kondisi ini membuat BNPB sering kali harus menahan diri dan menghentikan operasi di wilayah tertentu karena ketiadaan target di angkasa. Mereka enggan memaksakan terbang jika secara saintifik tidak ada potensi yang bisa dikelola.

Bukan Sihir, Hanya Pemicu

Masyarakat sering kali berharap OMC menjadi solusi tunggal untuk memadamkan api yang berkobar di berbagai wilayah. Padahal, secara teknis, OMC hanya berperan sebagai katalisator. Ia hanya memicu awan yang sudah ada untuk melepaskan air lebih cepat dari siklus alaminya. Jika alam tidak memproduksi awan, manusia tidak bisa memaksa langit menjatuhkan air.

Berton menekankan bahwa timnya tidak menutup mata terhadap setiap peluang yang ada. Meski awan yang tersedia hanya sedikit atau potensinya sangat minim, mereka berusaha memanfaatkannya semaksimal mungkin. Bagi mereka, setiap tetes hujan yang berhasil dipicu sangat berharga untuk mengurangi titik api di lahan gambut yang terbakar.

“Tetapi, ketika sedikit apa pun potensi untuk memaksimalkan terjadinya hujan, kami akan melaksanakannya,” ujar Berton dengan nada tegas. Ini adalah bentuk komitmen tim di lapangan yang tetap memantau kondisi cuaca setiap hari, mencari celah di tengah gersangnya langit, dan bersiap siaga dengan pesawat penyemai begitu radar cuaca menunjukkan adanya pergerakan awan.

Keputusan untuk terbang atau menunda operasi selalu didasarkan pada data akurat dari BMKG. Koordinasi lintas sektoral dilakukan setiap pagi untuk memetakan wilayah mana saja yang punya potensi awan.

Jika wilayah tersebut aman dari kebakaran, maka pesawat tetap disiagakan untuk wilayah yang paling kritis. Pendekatan berbasis data ini menjadi satu-satunya cara bagi BNPB untuk mengefisienkan penggunaan garam dan jam terbang pesawat di tengah ancaman karhutla yang fluktuatif.

Kini, tantangan terbesar BNPB adalah menghadapi fenomena cuaca yang sulit ditebak. Mereka tetap menanti kiriman awan dari arah angin, berharap kelembapan atmosfer meningkat, agar pesawat penyemai bisa kembali mengudara. Bagi tim di lapangan, menanti cuaca bukan berarti berpangku tangan, melainkan persiapan panjang demi keberhasilan satu kali terbang yang krusial.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 16 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online