Rabu, 16 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Status Darurat Karhutla di Kapuas Kalteng Diperpanjang hingga 29 September

Tim penanganan darurat karhutla Kabupaten Kapuas memantau peta penyebaran hotspot di pos komando tanggap darurat, September 2
Rapat evaluasi tanggap darurat karhutla Kapuas memutuskan perpanjangan status darurat sampai 29 September mengingat prediksi cuaca kering berkelanjutan hingga akhir November. (Ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

Asap tipis masih menggantung di langit Kapuas. Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari ke depan. Keputusan ini efektif berlaku mulai 16 September hingga 29 September 2026. Langkah darurat diambil karena ancaman api yang belum juga mereda di berbagai titik.

Keputusan tersebut lahir dari ruang rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Muhammad Wiyatno, Selasa malam, 15 September 2026. Situasi di lapangan memang tidak main-main. Cuaca ekstrem yang memicu kekeringan panjang memaksa pemerintah setempat untuk tetap dalam posisi siaga satu.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan, menegaskan bahwa kondisi wilayah saat ini sangat rawan terhadap penyebaran api yang sulit dikendalikan.

Sinyal Bahaya dari Langit

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan keras bagi warga Kapuas. Tidak ada tetes hujan yang diprediksi jatuh setidaknya hingga 20 September. Lebih jauh, puncak kekeringan ini diprediksi baru akan melunak saat hujan mulai turun pada akhir November 2026.

Rentang waktu yang panjang ini menjadi celah bagi api untuk terus melahap lahan gambut dan hutan di wilayah tersebut.

Catatan di lapangan menunjukkan angka yang bikin mengelus dada. Terhitung sejak awal Januari hingga 14 September 2026, total 258 kejadian kebakaran hutan dan lahan tercatat di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas. Luas lahan yang berubah menjadi abu mencapai 2.233,22 hektare.

Belum lagi sensor satelit yang mendeteksi sebaran titik panas atau hotspot sebanyak 21.925 titik. Tim pemadam di lapangan telah berjibaku melakukan 197 kegiatan penanganan, tapi musuh mereka bukan sekadar api, melainkan cuaca yang tidak berpihak.

Strategi di Balik Rapat Evaluasi

Rapat evaluasi yang dihadiri Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I. Sangkap, bersama para camat dan kepala perangkat daerah, menghasilkan langkah taktis. Bupati bersama Wakapolres sepakat untuk mengeksekusi rencana pembangunan sumur bor di titik-titik rawan.

Sumur-sumur ini menjadi tulang punggung untuk suplai air saat api mulai memantik, sekaligus membantu warga yang terdampak krisis air bersih akibat kekeringan.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 16 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online