Langit yang bersih dan biru seringkali dianggap sebagai berkah oleh warga, namun bagi tim penanganan kebakaran hutan dan lahan, pemandangan itu justru menjadi mimpi buruk.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pengingat keras bahwa operasi modifikasi cuaca atau OMC punya batasan teknis yang sangat mutlak. Jika langit tidak menyediakan bibit awan, jangan harap hujan bisa diturunkan lewat penyemaian garam.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan fakta lapangan tersebut di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9). Ia tidak ingin masyarakat memiliki ekspektasi berlebihan bahwa OMC adalah tombol ajaib yang bisa ditekan kapan saja untuk memadamkan api.
Syarat Mutlak Bernama Awan
Teknologi OMC bekerja dengan cara menyemai garam ke dalam awan yang berpotensi menjadi hujan. Masalah muncul ketika musim kemarau panjang membuat atmosfer kering kerontang. Tanpa adanya awan yang bisa diproses, tim di lapangan tidak punya material untuk bekerja. Berton blak-blakan menyebut bahwa menebar garam ke langit yang kosong hanyalah pemborosan sumber daya yang sia-sia.
“Ketika hari tanpa hujan, hari tanpa bibit-bibit awan di angkasa, tentu ini juga menyulitkan kita untuk melakukan penyemaian bibit-bibit garam,” ucap Berton di depan awak media. Ia menjelaskan bahwa garam yang ditebar harus masuk ke dalam struktur awan tertentu agar proses kondensasi bisa dipicu secara buatan.
Tanpa awan, garam hanya akan jatuh kembali ke bumi tanpa memberikan dampak apa pun. Tidak ada tetes hujan yang tercipta. Tidak ada pendinginan suhu di area kebakaran yang diharapkan.
Kondisi ini membuat BNPB sering kali harus menahan diri dan menghentikan operasi di wilayah tertentu karena ketiadaan target di angkasa. Mereka enggan memaksakan terbang jika secara saintifik tidak ada potensi yang bisa dikelola.
Bukan Sihir, Hanya Pemicu
Masyarakat sering kali berharap OMC menjadi solusi tunggal untuk memadamkan api yang berkobar di berbagai wilayah. Padahal, secara teknis, OMC hanya berperan sebagai katalisator. Ia hanya memicu awan yang sudah ada untuk melepaskan air lebih cepat dari siklus alaminya. Jika alam tidak memproduksi awan, manusia tidak bisa memaksa langit menjatuhkan air.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.