Banjir di sini bukan sekadar gangguan kecil. Air yang meluap sering membawa lumpur dan sampah yang merusak pekarangan. Belum lagi ancaman kesehatan pasca-banjir yang kerap menghantui. Dengan pulihnya luweng, warga berharap tidak ada lagi ketakutan akan air bah setiap kali awan mendung menggelayut di atas Ponjong.
Program pengerukan ini bukan proyek insidental semata. Pemkab Gunungkidul memasukkan upaya restorasi luweng ke dalam skema pengelolaan air yang lebih berkelanjutan. Tujuannya jelas; meningkatkan retensi air tanah sekaligus meminimalisir bencana hidrometeorologi.
Air yang terserap ke dalam perut bumi akan mengalir ke sistem sungai bawah tanah yang nantinya bisa dimanfaatkan kembali oleh warga saat kemarau panjang melanda.
Pekerjaan pengerukan dijadwalkan rampung dalam beberapa hari ke depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh sumbatan di titik luweng utama di Gebluk terangkat bersih. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai setelah alat berat pergi.
Pemerintah berencana menetapkan jadwal pemantauan rutin untuk memastikan tidak ada lagi sampah atau material yang menutup saluran alami tersebut di masa depan.
Warga setempat juga diminta ikut menjaga kebersihan area sekitar luweng agar tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan yang berisiko menyumbat kembali. Pemerintah bakal segera melakukan evaluasi terhadap luweng-luweng lain yang kondisinya serupa di wilayah Gunungkidul untuk mencegah risiko banjir meluas di titik-titik rawan lainnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.