Jumat, 18 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Hari ke-10 Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Keluarga Korban Memohon Operasi SAR Diperpanjang

Hari ke-10 Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Keluarga Korban Memohon Operasi
Hari ke-10 Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Keluarga Korban Memohon Operasi

BANTEN — Sepuluh hari berlalu sejak delapan orang jurnalis dan awak kapal hilang kontak di Perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Keluarga korban kini memohon dengan sungguh-sungguh agar operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) diperpanjang.

Pokok Peristiwa

Permohonan itu disampaikan langsung kepada tim SAR gabungan yang telah berjuang mencari mereka sejak Senin, 7 September 2026. Hingga hari kesepuluh, upaya pencarian masih terus dilakukan meski tantangan medan dan cuaca perairan Selat Sunda sangat menantang.

Di berbagai kota, solidaritas jurnalis dan masyarakat bergejolak. Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, puluhan jurnalis menggelar doa bersama di taman nasional setempat sebagai bentuk dukungan.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu Muhammad Rifki Hasan menyatakan bahwa doa bersama diharapkan menjadi kekuatan bagi lima jurnalis yang belum ditemukan.

“Sejauh ini untuk satu minggu berlalu, perkembangan terbaru dari teman-teman PFI Pusat belum ada informasi terkini dari lima pewarta tersebut,” ujarnya waktu itu.

Solidaritas juga hadir di Bengkulu. Masyarakat, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan jajaran media setempat menggelar doa bersama usai Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Raya Baitul Izzah pada Rabu, 16 September 2026.

Konteks

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu Prof KH Zulkarnain Dali mengingatkan bahwa doa adalah senjata orang beriman. “Semoga doa yang dipanjatkan tadi diijabah dan semoga lima awak media dan tiga awak kapal yang hilang segera ditemukan apapun hasilnya,” katanya.

Kepala Biro Antara Bengkulu Anom Prihantoro mengapresiasi gelaran doa tersebut karena salah satu dari lima jurnalis yang hilang adalah jurnalis dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara. Prihantoro juga menyebut bahwa jurnalis yang hilang adalah temannya yang secara pribadi dikenal dan bertugas mengambil foto dalam peliputan peristiwa erupsi.

Organisasi jurnalis dari berbagai platform turut mendukung upaya pencarian.

Di Palu, kegiatan solidaritas melibatkan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Para jurnalis tidak hanya berdoa dan menyalakan lilin, tetapi juga menuliskan pesan dan harapan di atas kain putih berukuran besar.

PFI Pusat sendiri telah menyampaikan kepada tim SAR bahwa proses pencarian harus tetap dilanjutkan. Harapan para jurnalis lokal adalah operasi pencarian dapat memberikan hasil terbaik dan para korban dapat segera ditemukan.

Area pencarian pun telah meluas hingga ke arah Bengkulu, menunjukkan intensitas upaya yang terus ditingkatkan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama seluruh unsur SAR yang terlibat.

Kini, dengan memasuki hari kesepuluh pencarian, harapan keluarga korban tetap bergantung pada kelanjutan operasi ini. Setiap hari yang berlalu adalah kesempatan yang semakin tipis, namun semangat para penyelamat dan doa dari berbagai lapisan masyarakat terus menyala untuk membawa pulang mereka yang hilang.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 18 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online