Jumat, 18 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Menjajal Langsung LRT Manggarai-Kelapa Gading, dari Penasaran hingga Jadi Alternatif

Penumpang LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading di dalam gerbong kereta pada hari pertama operasional, 17 September 2026
Penumpang mengisi gerbong LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading pada perjalanan uji coba sehari setelah peresmian. Tarif promosi Rp8 diberlakukan hingga 23 September 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Perjalanan dengan LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading ternyata dimulai dari pencarian. Sehari setelah resmi beroperasi pada Rabu (16/9), penumpang mulai menjajal koridor 12,2 kilometer ini, tetapi akses ke kereta justru jadi tantangan pertama.

Dari dalam Stasiun KRL Manggarai, penumpang harus keluar dari area stasiun, berjalan menuju gedung LRT terpisah, kemudian naik lift atau eskalator ke peron. Petunjuk arah memang tersedia, namun ukurannya kecil sehingga sempat membuat bingung. Seorang petugas akhirnya membantu menunjukkan jalan.

Pada Kamis (17/9), kereta berangkat sekitar pukul 11.55 WIB dengan dua gerbong yang sudah penuh penumpang. Perjalanan menuju Kelapa Gading lebih banyak dilewati sambil berdiri bersama penumpang lainnya, meski suasana tetap tertib. Pengumuman stasiun berikutnya terdengar jelas melalui sistem otomatis, dan petugas LRT di dalam kereta menyampaikan informasi saat kereta mendekati tujuan.

Waktu tempuh dari Manggarai ke Kelapa Gading mencapai sekitar 28 menit — kereta tiba di pukul 12.23 WIB. Selama masa promosi hingga 23 September, perjalanan hanya dikenakan tarif Rp8. Di stasiun tujuan, satu eskalator menuju area atas terlihat tidak beroperasi, meski secara keseluruhan perjalanan memberikan gambaran awal pengalaman menggunakan rute yang sehari sebelumnya baru resmi melayani.

Pilihan Transportasi yang Lebih Lengkap

Bagi Husnul Fitri, Kaprodi Kajian Pengembangan Perkotaan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, kehadiran rute baru ini menambah opsi bagi masyarakat dalam memilih transportasi publik. “Dengan adanya kehadiran LRT ini diharapkan beban dari moda transportasi itu bisa terbagi ke LRT ini,” katanya.

Bertambahnya pilihan moda buka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi umum. Namun, pengalaman perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi di dalam kereta. Akses menuju stasiun, ketersediaan trotoar, hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas jadi bagian penting. Begitu pula perpindahan dari satu moda ke moda lainnya perlu dibuat seefisien mungkin.

Jadwal perjalanan juga perlu konsisten dan dapat diandalkan sehingga penumpang bisa memperkirakan waktu tempuh dengan lebih pasti. “Jadi ini paling tidak bisa membantu salah satu permasalahan transportasi di Jakarta, walaupun bukan satu-satunya,” kata Husnul.

Mencoba Sambil Belajar

Setiap penumpang membawa alasan masing-masing untuk naik kereta itu. Aminah dan Karim, sepasang suami istri, datang dengan tujuan sederhana: mencoba rute baru sekaligus berjalan-jalan. Setelah sampai di Kelapa Gading, keduanya kembali lagi ke Manggarai.

“Iya, emang mau nyoba aja sih, jalan-jalan. Ternyata seru juga dan lumayan cepat dari LRT biasanya. Walau memang pas belokan masih agak tersendat dan lumayan kerasa, tapi masih cukup aman,” ujar Aminah.

Lain halnya dengan Isyana, mahasiswa yang memanfaatkan LRT bukan sekadar pengalaman sesaat. Sebelumnya ia mengandalkan KRL dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Dengan hadirnya LRT, waktu perjalanannya bisa berkurang lebih dari 30 menit untuk pulang-pergi kuliah.

“Menurut aku yang rumahnya dekat sama kawasan LRT ini praktis banget. Terus enak ya, dingin LRT-nya,” kata Isyana. Meski merasa terbantu, dia masih menunggu terselesaikannya sambungan dari Manggarai ke rute yang lebih luas. Isyana juga menilai informasi mengenai akses dan rute perlu diperbanyak agar penumpang baru tidak kebingungan.

Lebih dari Sekadar Kecepatan

Di sisi lain, sejumlah penumpang lain pagi itu mencoba rute yang sama dari arah sebaliknya. Sissy, penumpang dari Kelapa Gading, memilih LRT karena rumahnya dekat stasiun dan mobilitas sehari-harinya ke Jakarta Selatan. “Biasanya naik Transjakarta, cuma kalau ada traffic-nya jadi terganggu. LRT lebih pasti jamnya,” kata Sissy.

Diah Ayu, pengguna lain berusia 27 tahun dari Kelapa Gading, merasakan manfaat berbeda. Sebelumnya ia harus berganti moda setelah mencapai Velodrome. Kini bisa langsung menggunakan LRT hingga Manggarai sebelum melanjutkan dengan transportasi lain yang lebih dekat kantor. “Saya bisa langsung ke Manggarai dan lanjut naik transportasi lain,” katanya.

Pengalaman hari pertama operasional menunjukkan bahwa perjalanan dengan transportasi publik bukan semata-mata soal seberapa cepat kereta tiba di tujuan. Ada perjalanan menuju stasiun yang harus ditemukan, gerbong yang mungkin penuh, akses yang perlu dipastikan mudah, hingga perpindahan antarmoda yang menentukan kenyamanan penumpang.

Bagi Aminah dan Karim, LRT adalah pengalaman baru untuk mengisi waktu dan mencoba sesuatu yang berbeda. Bagi Isyana dan Sissy, rute tersebut mulai menemukan tempatnya sebagai alternatif praktis untuk menunjang aktivitas sehari-hari mereka.

Selama 28 menit perjalanan dari Manggarai menuju Kelapa Gading, LRT rute baru itu memperlihatkan dua wajah sekaligus: rasa penasaran penumpang yang ingin mencoba dan kebutuhan akan transportasi publik yang praktis, mudah diakses, serta dapat diandalkan dalam rutinitas harian.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 18 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online