Sabtu, 19 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Tim RAKAT padamkan tiga hektare gambut di Kabupaten Banjar

Tim RAKAT padamkan tiga hektare gambut di Kabupaten Banjar
Tim RAKAT padamkan tiga hektare gambut di Kabupaten Banjar

Kobaran api merah menjilat lahan gambut di Desa Mandikapau Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, hingga melahap tiga hektare lahan kering. Kepulan asap pekat sempat membuat panik warga setempat sebelum akhirnya Tim Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT) bersama personel Buser 690 Banjar terjun ke lokasi untuk melakukan lokalisasi api.

Operasi pemadaman tersebut berlangsung selama tiga jam penuh. Petugas berpacu dengan waktu sebelum angin kencang membawa lidah api lebih jauh ke area pemukiman dan perkebunan warga. Lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan hamparan sisa jerami batang padi yang memang sangat mudah tersulut api saat musim kemarau.

Perlawanan di Lahan Gambut

Tim RAKAT tidak bekerja sendirian. Warga sekitar ikut bahu-membahu membawa peralatan seadanya untuk membantu petugas yang sedang berjibaku dengan panasnya lahan gambut. Strategi yang diterapkan cukup menantang.

Tim tidak sekadar memadamkan titik api di permukaan, tetapi juga harus membasahi seluruh area yang terbakar secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di bawah permukaan gambut.

Dalam operasi ini, tim mengandalkan dua unit mesin pompa air alkon yang disambungkan dengan enam rol selang. Air disemprotkan terus-menerus ke titik-titik krusial agar api tidak kembali muncul dari dalam lapisan tanah yang kering dan berongga. Kondisi gambut yang khas membuat pemadaman jauh lebih rumit dibandingkan lahan mineral biasa.

Azim, salah satu penanggung jawab tim di lapangan, menuturkan bahwa api diduga berasal dari pembakaran tumpukan jerami yang dilakukan oleh oknum warga.

Angin kencang yang bertiup saat itu membuat api dengan cepat merembet ke tumpukan jerami lainnya, hingga akhirnya tak terkendali di area semak belukar. Ia bersyukur kolaborasi dengan Buser 690 Banjar berjalan mulus sehingga penyebaran api bisa dihentikan tepat waktu.

Kendala Minimnya Fasilitas

Meski berhasil, operasi pemadaman kemarin menyisakan pekerjaan rumah. Tim RAKAT mengakui adanya hambatan teknis yang cukup krusial. Saat berada di tengah kepungan asap dan panas, para relawan kekurangan masker pelindung pernapasan. Selain itu, jumlah selang yang tersedia sangat terbatas, padahal jangkauan lahan yang terbakar cukup luas.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 19 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online