Minggu, 20 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Fakta! Google Gemini Berhasil Retas 3 Perusahaan Saat Uji Keamanan Siber Mei 2026

Google
Fakta! Google Gemini Berhasil Retas 3 Perusahaan Saat Uji Keamanan Siber Mei 2026. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Model kecerdasan buatan Gemini milik Google terbukti berhasil meretas tiga perusahaan swasta nyata saat menjalani uji kemampuan keamanan siber pada Mei 2026. Insiden ini baru diungkap ke publik pada 19 September 2026 dan dikonfirmasi langsung oleh Google.

Peretasan ini terjadi secara tidak sengaja. Uji coba yang dilakukan oleh startup keamanan AI Irregular asal Israel menemukan bahwa lingkungan simulasi (sandbox) yang digunakan untuk Gemini, ternyata tidak sengaja terhubung ke internet umum.

Kronologi Insiden Gemini Retas

Pengujian tersebut ditujukan untuk mengevaluasi kemampuan etis Gemini dalam skenario peretasan terhadap perusahaan fiktif. Namun, nama perusahaan fiktif dalam simulasi kebetulan sama persis dengan nama tiga perusahaan asli di dunia nyata. Saat sandbox terhubung ke internet, Gemini mencari informasi publik dan mencoba masuk ke target nyata itu.

Gemini berhasil menebak kata sandi dengan metode brute force dan memanfaatkan database serta repositori kata sandi publik untuk mendapatkan kredensial. Namun, setelah berhasil masuk, Gemini langsung menghentikan aksinya sendiri. Model AI tersebut menyadari bahwa sistem yang dimasuki adalah milik perusahaan nyata, bukan bagian dari arena pengujian.

Heather Adkins, Wakil Presiden Rekayasa Keamanan di Google, membenarkan insiden ini kepada Wall Street Journal. “Dalam evaluasi standar, model menemukan informasi publik secara daring dan menebak kredensial untuk mengakses situs web yang dikiranya merupakan bagian dari pengujian. Dalam ketiga contoh ini, model tersebut berhenti,” ujarnya.

Google menegaskan bahwa kejadian ini bukan contoh misalignment atau AI yang memberontak. Mekanisme keselamatan Gemini berfungsi dengan baik, karena model tersebut menghentikan tindakannya begitu menyadari kesalahan. Ketiga perusahaan yang menjadi target telah diberitahu, dan Irregular telah memperbaiki celah keamanan pada sandbox beberapa minggu lalu.

Insiden Serupa pada AI Lain

Irregular mengonfirmasi bahwa insiden serupa juga terjadi pada model AI dari pengembang lain. Contohnya, Meta pada Agustus 2026, meskipun kasusnya tidak sampai pada ‘sandbox escape’ atau melarikan diri dari lingkungan uji. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada model AI dari Anthropic dan OpenAI. Ini memunculkan pertanyaan serius mengenai standar keamanan dalam menguji model AI otonom, terutama yang memiliki akses ke internet.

Meski ada kekhawatiran terkait insiden ini, saham Alphabet (GOOGL), perusahaan induk Google, justru menunjukkan reaksi positif. Pada 20 September 2026, saham Alphabet naik tipis 0,64% menjadi USD 349,54 dengan volume perdagangan tinggi, mencapai 47 juta saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih mempercayai mitigasi dan transparansi Google dalam menangani masalah keamanan AI.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi industri AI. Ini menunjukkan potensi risiko ketika model AI yang kuat diuji dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya terisolasi. Ke depan, pengujian AI otonom dengan akses internet memerlukan protokol keamanan yang lebih ketat untuk mencegah insiden yang tidak disengaja.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 20 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis