JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina per Senin, 21 September 2026, terpantau stabil tanpa perubahan dari penyesuaian terakhir. Sejumlah jenis BBM non-subsidi, khususnya varian oktan tinggi dan diesel, telah mengalami kenaikan harga pada periode 1 hingga 10 September 2026, sementara Pertalite dan Biosolar tetap pada harga subsidi.
Kenaikan harga sebelumnya dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga dan mengacu pada formula Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Penyesuaian ini mempertimbangkan indikator harga minyak mentah global, fluktuasi kurs rupiah yang tercatat Rp17.812 per dolar Amerika Serikat pada 20 September 2026, serta struktur pajak dan daya beli masyarakat.
Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini (DKI Jakarta)
Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina yang berlaku per 21 September 2026 untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali:
| Jenis BBM | RON / Jenis | Harga/Liter | Status |
|---|---|---|---|
| Pertalite | RON 90 (Subsidi) | Rp10.000 | TETAP |
| Biosolar / Solar Subsidi | CN 48 | Rp6.800 | TETAP |
| Pertamax | RON 92 | Rp15.950 | TETAP |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp19.150 | NAIK Rp2.550 (dari Rp16.600) per 2 Sept |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp19.600 | NAIK Rp1.300 (dari Rp18.300) per 1 Sept |
| Dexlite | Diesel CN 51 | Rp23.700 | NAIK Rp4.000 (dari Rp19.700) |
| Pertamina Dex | Diesel CN 53 | Rp25.200 | NAIK Rp4.050 (dari Rp21.150) |
Perlu dicatat, harga di luar Pulau Jawa bisa sedikit berbeda karena variasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tiap daerah. Di wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Batam atau Sabang, harga Pertamax bahkan lebih murah, yaitu Rp11.750, karena bebas pajak.
Rincian Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi di September 2026
Gelombang kenaikan harga BBM non-subsidi pada awal September 2026 terjadi secara bertahap:
1. Pada 1 September 2026 pukul 00:00 WIB, tiga produk mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 (7,1%). Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 (20,3%). Sementara itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 (19,1%). Kenaikan paling tajam terjadi pada jenis BBM diesel.
2. Sehari kemudian, pada 2 September 2026, Pertamax Green 95 ikut naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 (15,3%).
3. Tren kenaikan juga diikuti oleh penyedia BBM swasta. Pada 10 September 2026, Shell V-Power Diesel naik dari Rp21.910 menjadi Rp25.420. BP Ultimate naik dari Rp16.760 menjadi Rp19.330, dan BP Ultimate Diesel dari Rp21.910 menjadi Rp25.420. Vivo Primus Plus Diesel juga mengalami kenaikan dari Rp21.330 menjadi Rp25.410.
4. Untuk hari ini, 21 September 2026, tidak ada pengumuman kenaikan harga baru. Harga yang berlaku adalah harga yang ditetapkan pada periode 1-10 September 2026.
Dampak Kenaikan Harga terhadap Konsumen
Kenaikan harga BBM non-subsidi, terutama diesel, memiliki dampak langsung terhadap sektor logistik dan industri yang sangat bergantung pada bahan bakar ini. Biaya operasional pengiriman barang dan produksi berpotensi meningkat, yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga produk di pasaran. Bagi pemilik kendaraan pribadi, kenaikan harga Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 berarti biaya perjalanan yang lebih tinggi, mendorong sebagian konsumen untuk beralih ke BBM dengan oktan lebih rendah jika kendaraan memungkinkan.
BBM Subsidi Aman dari Kenaikan
Pemerintah dan Pertamina tetap menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik di tengah gejolak harga minyak mentah Brent global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Pertalite tetap dibanderol Rp10.000 per liter, menjadi pilihan utama bagi pengendara sepeda motor dan mobil LCGC. Biosolar juga stabil di harga Rp6.800 per liter, krusial bagi sektor transportasi angkutan barang, bus, dan nelayan. Sementara itu, Pertamax tetap Rp15.950, menjaga daya beli konsumen kelas menengah.
Perbandingan Harga dengan Swasta (DKI Jakarta September 2026)
| Produk Swasta | RON / Jenis | Harga/Liter | Perbandingan dengan Pertamina |
|---|---|---|---|
| BP 92 | RON 92 | Rp16.130 | Lebih mahal Rp180 dari Pertamax |
| BP Ultimate | RON 95 | Rp19.330 | Lebih mahal Rp180 dari Pertamax Green 95 |
| Shell V-Power | RON 95 | Rp19.330 | Sama dengan BP Ultimate |
| Shell V-Power Diesel | Diesel | Rp25.420 | Lebih mahal Rp220 dari Pertamina Dex |
| Vivo Revvo 92 | RON 92 | Rp16.130 | Sama dengan BP 92 |
Pertamina juga mengimbau konsumen untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan guna menjaga performa optimal. Kendaraan dengan kompresi mesin tinggi (di atas 11:1) disarankan menggunakan BBM beroktan 92 ke atas, sedangkan kendaraan diesel modern dengan teknologi common rail wajib menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex agar injektor lebih awet dan mesin bekerja efisien.
Untuk efisiensi, pengguna motor bebek atau matic 110-125cc dinilai cukup menggunakan Pertalite. Sementara itu, mobil LCGC 1.0-1.2L direkomendasikan memakai Pertamax RON 92 untuk menjaga kebersihan mesin. Kendaraan diesel Euro 4 diwajibkan menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex, demi menjaga komponen mesin yang sensitif dan menghindari kerusakan akibat Biosolar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.