Rabu, 23 September 2026 WIB
BREAKING
PERISTIWA

Banjir Bandang Solok Hari Ini 23 September 2026: 100 Rumah Terdampak, 1 Meninggal, 1 Hilang, Jembatan Arosuka Putus

Banjir Bandang Solok Hari Ini
Banjir Bandang Solok Hari Ini 23 September 2026: 100 Rumah Terdampak, 1 Meninggal, 1 Hilang, Jembatan Arosuka Putus. Credit: Dok. JournalArta

SOLOK, JOURNALARTA.COM — Banjir bandang dahsyat menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sejak Senin malam 21 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB hingga Selasa 23 September 2026 pagi. Peristiwa ini dipicu hujan intensitas tinggi yang mencapai 94 mm per hari, menyebabkan dampak kerusakan masif.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, satu korban jiwa ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Sebelumnya, dilaporkan ada dua orang hilang, satu luka berat, dan tiga luka ringan akibat bencana ini.

Banjir bandang ini berpusat di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Material lumpur dan kayu menutupi jalan depan Kantor Bupati Solok, membuat jalur tersebut tidak bisa dilintasi. Kondisi ini menghambat akses dan mobilitas warga.

Dampak Kerusakan Luas dan Pengungsian

BNPB mencatat dampak kerusakan yang meluas hingga Selasa 22 September pukul 18.45 WIB. Sebanyak 100 unit rumah warga dilaporkan terdampak. Selain itu, setidaknya 9 Kepala Keluarga (KK) atau 32 jiwa harus mengungsi. Sumber lain menyebutkan 50 jiwa dari 9 KK mengungsi di berbagai lokasi, termasuk Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati, dan Kantor Golkar.

Infrastruktur pemerintah juga tak luput dari dampak. Sepuluh kantor pemerintah terdampak, dengan dua di antaranya rusak berat dan sembilan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan juga ikut terdampak. Kantor Dinas PUPR tertimbun lumpur setinggi 30 cm, DPMN 20 cm, DPRD 60 cm, Bapenda 40 cm, dan Bapelitbang 40 cm. Total, 21 mobil dan 7 sepeda motor juga ikut terdampak.

Salah satu dampak paling signifikan adalah putusnya satu jembatan utama di jalur Arosuka. Meski saat ini sudah bisa dilalui secara darurat, akses utama Padang-Solok masih sangat terbatas. Kondisi ini sangat mempengaruhi distribusi logistik dan pergerakan warga antar wilayah.

Penanganan Darurat dan Imbauan BMKG

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Solok, BPBD Provinsi Sumatera Barat, Polri, Kodim, dan Kantor SAR Padang telah dikerahkan ke lokasi. Mereka mengerahkan enam personel dengan rescue car, SAR air, dan peralatan mountaineering untuk proses pencarian dan evakuasi.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) BNPB Padang juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa 100 kg beras, 50 paket sembako, 5 dus minyak goreng, 10 dus sarden, 100 selimut, dan 20 dus air mineral. Wakil Bupati H. Chandra telah menetapkan status Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan bencana ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat. Peringatan ini mencakup prakiraan 7 harian, 3 harian, hingga nowcasting per jam sebelum banjir terjadi. Masyarakat di wilayah pesisir dan sepanjang jalur Padang-Solok diminta untuk terus memantau informasi cuaca real-time dan meningkatkan kewaspadaan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda