Sabtu, 26 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

SOLOK — Tim SAR Gabungan menemukan Agusra, korban terakhir banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Jumat (25/9) dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian selama lima hari yang melibatkan ratusan personel dari berbagai lembaga.

Agusra ditemukan di belakang Kantor Bupati Solok. Lokasi penemuan ini menjadi titik akhir dari upaya pencarian intensif yang dimulai setelah banjir bandang menerjang kawasan Solok pada hari Minggu.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok tercatat telah menelan korban meninggal dunia dalam jumlah signifikan. Dengan ditemukannya Agusra, jumlah korban meninggal dari peristiwa bencana alam ini kini telah terpetakan sepenuhnya oleh tim SAR.

Operasi Pencarian Intensif Lima Hari

Pencarian korban berlangsung intensif selama lima hari penuh. Tim SAR Gabungan mengerahkan sumber daya besar, termasuk anggota dari Basarnas, Polri, TNI, dan instansi lokal lainnya. Setiap tim difokuskan pada area-area yang paling mungkin menjadi lokasi korban terseret oleh arus air yang deras.

Strategi pencarian meliputi penjelajahan di sekitar sungai, saluran air, dan area pemukiman yang terdampak langsung. Peralatan canggih dan anjing pelacak juga digunakan untuk mempercepat proses pencarian di medan yang sulit.

Bencana Banjir Bandang Solok

Banjir bandang merupakan fenomena bencana alam yang terjadi ketika volume air dalam waktu singkat sangat besar, biasanya dipicu oleh curah hujan ekstrem di wilayah hulu. Di Kabupaten Solok, kejadian ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, hilangnya harta benda, dan yang paling tragis, hilangnya nyawa warga.

Dampak banjir bandang Solok dirasakan oleh ribuan keluarga yang harus mengungsi dan meninggalkan rumah mereka. Banyak rumah warga yang rusak parah atau bahkan hanyut terbawa arus. Jalan-jalan penghubung desa juga mengalami kerusakan signifikan, mengganggu akses logistik bantuan kemanusiaan.

Kurangnya infrastruktur tahan bencana di daerah hilir membuat dampak banjir bandang semakin parah. Pemerintah daerah dan pusat kemudian meluncurkan program pemulihan yang mencakup rehabilitasi infrastruktur, bantuan sosial kepada korban, dan perencanaan mitigasi bencana jangka panjang.

Penutupan Operasi SAR

Dengan ditemukannya korban terakhir pada Jumat (25/9), pimpinan operasi SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian. Keputusan ini diambil setelah tim meyakini bahwa semua korban telah ditemukan dan tidak ada lagi orang yang hilang berdasarkan laporan awal dari warga dan data yang dikumpulkan.

Penghentian operasi SAR menandai berakhirnya fase respons darurat. Tahap berikutnya adalah evakuasi, identifikasi korban, dan penyerahan jenazah kepada keluarga. Tim medis dan psikolog siap mendampingi proses identifikasi dan pengubusan yang layak.

Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Solok telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan. Pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi wilayah terdampak dan memberikan bantuan kompensasi kepada keluarga korban meninggal dunia serta warga yang mengalami kerugian material.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 26 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online