Rabu, 23 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kebakaran Rumah di Kebayoran Lama Jaksel Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Armada mobil damkar siap siaga saat kebakaran rumah tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa 22 September 2026
Tim Gulkarmat mengerahkan 24 unit pemadam kebakaran dengan 128 personel untuk menangani kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara. (Ilustrasi: AI)

Jeritan minta tolong memecah keheningan malam di kawasan permukiman padat Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Api merah menyala melalap deretan bangunan, memaksa ratusan warga lari menyelamatkan diri dengan tangan hampa.

Kepanikan memuncak saat kobaran si jago merah melompat dari satu atap ke atap lainnya, melahap area seluas 1.100 meter persegi hanya dalam waktu singkat.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menerima laporan darurat pada pukul 20.31 WIB. Respons cepat langsung dilakukan.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam dengan kekuatan penuh 128 personel dikerahkan ke lokasi yang berdekatan dengan Stasiun Kebayoran Lama. Unit pertama tiba di titik api tepat pukul 20.39 WIB, lalu langsung berjibaku menjinakkan panas yang menyengat.

Pertarungan Melawan Api

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri Bahanan, mengonfirmasi jika proses pemadaman dimulai pukul 20.41 WIB. Petugas harus bekerja ekstra keras karena akses jalan yang sempit dan material bangunan yang mudah terbakar.

Setelah bergelut dengan panas dan asap tebal, mereka berhasil melakukan pendinginan hingga pukul 21.33 WIB. Meski pemukiman padat penduduk, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas ini.

Sebelum petugas tiba, situasi di lapangan sempat mencekam. Nanang, Ketua RT setempat, sempat mencoba melawan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Saat itu, dia tengah berjualan di sekitar lokasi.

Namun, asap pekat yang membubung tinggi dan kobaran api yang sudah terlalu besar membuat usahanya sia-sia. Api dengan leluasa melahap warteg, bengkel ban, hingga rumah-rumah kontrakan di sekelilingnya.

Kondisi pascakebakaran meninggalkan duka mendalam. Sebanyak 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa kini kehilangan tempat bernaung. Puing-puing sisa kebakaran berserakan, menyisakan kerangka bangunan yang menghitam di bawah lampu sorot petugas yang masih berjaga di lokasi.

Dugaan Korsleting Listrik

Sjukri Bahanan menyebut dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Meski begitu, kepastian titik awal munculnya api masih menjadi teka-teki karena keterangan warga yang simpang siur. Ada perbedaan versi mengenai asal mula kobaran yang menghancurkan puluhan hunian tersebut.

Jimmy, seorang saksi di lokasi, meyakini api pertama kali muncul dari arah warteg sebelum merembet cepat ke bengkel ban di sampingnya. Namun, Atik, pemilik warung yang berada tepat di sisi lokasi, memberikan kesaksian berbeda. Dia mengaku melihat nyala api muncul dari lantai atas sebuah rumah kontrakan dekat lampu merah, lalu menjalar ke arah belakang rumah.

Perbedaan narasi ini membuat pihak Gulkarmat tidak mau terburu-buru mengambil kesimpulan final. Tim investigasi kini masih mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh. Koordinasi dengan kepolisian setempat pun dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian atau murni musibah teknis kelistrikan.

Kini, fokus utama pemerintah setempat beralih pada penanganan warga terdampak. Para penyintas membutuhkan tempat penampungan darurat, pakaian layak pakai, dan pasokan makanan siap santap. Pemerintah daerah telah mulai mendata kerugian warga untuk menentukan bantuan yang akan disalurkan dalam waktu dekat.

Sementara itu, sisa-sisa material yang terbakar sudah mulai dibersihkan oleh warga secara gotong-royong. Garis polisi masih membentang di area yang paling parah terdampak, membatasi warga untuk mendekat ke puing-puing bangunan. Petugas terus memantau lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan dari bara yang mungkin masih tersembunyi di balik reruntuhan kayu dan seng.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 23 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online