Kamis, 24 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pakar: Daratan Baru Dekat Anak Krakatau Bukan “Cucu Krakatau”

Pakar: Daratan Baru Dekat Anak Krakatau Bukan “Cucu Krakatau&#8221
Daratan baru seluas 32,8 hektare yang muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau merupakan hasil penumpukan material

SELAT SUNDA — Daratan baru seluas lebih dari 30 hektare yang muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau pasca erupsi bukan gunung api baru atau yang disebut “cucu Krakatau”. Menurut pakar, itu hanyalah endapan material vulkanik hasil akumulasi abu, batuan, dan lava yang menumpuk di laut.

Daryono, Edukator Mitigasi Bencana dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menjelaskan proses terbentuknya daratan tersebut. “Proses penumpukan endapan berlangsung bertahap seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, sampai akhirnya muncul ke permukaan,” ujar Daryono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/9).

Fenomena ini bukan kejadian biasa. Daratan baru tersebut muncul setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama kurang lebih 25 jam pada 4-6 September 2026.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, menegaskan bahwa penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau mencapai 32,8 hektare berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel.

Tapi kenapa bisa terjadi? Daryono mengatakan terbentuknya daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung dipengaruhi oleh kombinasi faktor geologis dan oseanografis yang unik.

Dasar laut di area cekungan atau kaldera akibat letusan Gunung Krakatau 1883 tergolong sangat dangkal, sehingga memungkinkan material erupsi menumpuk lebih cepat dan tinggi. Tidak hanya itu, lontaran batuan, magma, dan aliran lava selama erupsi memang dominan mengarah ke area tersebut.

Arus dan gelombang laut Selat Sunda memainkan peran penting dalam proses ini. Dinamika air tersebut membawa material erosi ringan ke titik-titik perairan yang lebih tenang, hingga akhirnya mengendap secara permanen. “Endapan ini mungkin saja makin membesar atau justru lenyap kembali, tergantung seberapa kuat pengaruh aktivitas vulkanik dan erosi alam di perairan tersebut,” jelas Daryono.

Nasib Daratan Tergantung Aktivitas Erupsi

Masa depan daratan ini sangat bergantung pada dua faktor berlawanan. Jika Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi, pasokan material baru akan membuat daratan tersebut makin meluas dan kokoh. Kepadatannya akan semakin kuat karena terus dilapisi lava cair yang membeku menjadi batuan keras.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 24 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online