Senin, 9 November 2026 WIB
DAERAH

Helikopter Super Puma Jatuh di Barito Kuala, Satu Kru Tewas

Helikopter Super Puma Jatuh di Barito Kuala, Satu Kru Tewas
Helikopter Super Puma Jatuh di Barito Kuala, Satu Kru Tewas

BARITO KUALA — Kecelakaan helikopter Super Puma H-225 di Sungai Barito, Barito Kuala, pada Ahad (8/11/2026) menewaskan seorang kru Indonesia dan menyelamatkan dua pilot asing. Tim penyelamat gabungan mengevakuasi korban setelah helikopter jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Helikopter dengan registrasi VH-HGM itu jatuh di sekitar Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kecelakaan tersebut terjadi ketika armada udara itu bertugas dalam operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Evakuasi di Sungai Barito

Tim penyelamat gabungan bekerja di sekitar lokasi jatuhnya helikopter untuk mengevakuasi korban. Seorang kru berkewarganegaraan Indonesia meninggal dunia, sedangkan dua pilot berkewarganegaraan asing selamat.

Informasi yang dihimpun dari keterangan Kepala SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyebut kru yang meninggal bernama Yayan Supyansuri. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dan kemudian dievakuasi ke puskesmas terdekat.

“Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar I Putu Sudayana.

Badan helikopter juga telah dipindahkan dari sungai ke tepian dengan bantuan tim penyelamat dan warga setempat. Penanganan lanjutan terhadap badan pesawat diserahkan kepada pihak berwenang.

Misi pemadaman karhutla berakhir kecelakaan

Helikopter Super Puma H-225 itu menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan ketika kecelakaan terjadi. Insiden ini menambah risiko nyata bagi kru yang mendukung penanganan karhutla dari udara: operasi untuk menjangkau titik kebakaran dapat berujung pada keadaan darurat dan proses evakuasi.

Bagi masyarakat di sekitar lokasi, kecelakaan tersebut juga melibatkan operasi penyelamatan di Sungai Barito. Tim gabungan bekerja di sekitar titik jatuh, sementara warga turut membantu pemindahan badan helikopter ke tepian.

Dua pilot asing yang selamat disebut berasal dari Australia, yakni Michael John Betterridge dan Hugh Andrew John Page. Ketiganya merupakan awak helikopter dalam misi tersebut, dengan satu kru selain dua pilot.

Perhatian berikutnya tertuju pada penanganan pascakecelakaan dan kondisi helikopter yang telah berada di tepi sungai. I Putu Sudayana menyatakan, “Untuk selanjutnya bagaimana terkait helikopter ini, pihak berwenang akan melakukan evakuasi.”

(AG)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING LPDP 2027 Belum Dibuka: Status Tahap 2 2026, Timeline, Jenis Beasiswa, dan Syarat