Minggu, 8 November 2026 WIB
DAERAH

Polisi Tangerang Ingatkan Siswa Waspadai Perundungan Siber

Perundungan siber dibahas polisi bersama siswa di sekolah Tangerang
Polisi mengingatkan pelajar Tangerang untuk bijak bermedia sosial dan menolak ajakan tawuran. (Ilustrasi: AI)

TANGERANG — Perundungan siber dapat memicu perselisihan di lingkungan pelajar, sehingga Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial pada Selasa. Ia juga meminta mereka tidak mudah percaya berita bohong dan menjauhi ajakan yang berujung tawuran.

Pesan itu menyentuh risiko yang bisa muncul di ruang digital maupun pergaulan sehari-hari. Bagi siswa, unggahan atau ajakan dalam kelompok media sosial dapat membawa konsekuensi di luar layar, terutama ketika konten negatif memicu perselisihan.

Mengapa polisi mengingatkan soal perundungan siber?

Herbin menyampaikan bahwa siswa perlu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh perundungan siber maupun konten negatif. Ia juga mengingatkan mereka agar tak ikut ajakan teman atau kelompok yang mengarah pada tawuran.

“Jangan juga mudah terbawa ajakan teman atau kelompok yang mengarah pada tawuran,” kata Herbin di Tangerang.

Peringatan tersebut mencakup perilaku di media sosial dan keputusan dalam pergaulan. Ketika siswa menerima ajakan yang berisiko atau menemukan konten yang memancing konflik, sikap menolak dapat mencegah masalah berkembang menjadi perselisihan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Herbin menekankan bahwa keberanian tidak diukur dari kesediaan mengikuti tekanan kelompok. Menjaga diri dan berani menolak perbuatan yang melanggar hukum, menurut dia, justru merupakan bentuk keberanian yang sesungguhnya.

Pergaulan dan masa depan pelajar

Kapolres mengingatkan para pelajar untuk menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam tawuran, penyalahgunaan narkoba, atau kenakalan remaja. Perilaku itu, kata dia, dapat berdampak pada diri sendiri dan orang lain.

Ia mengajak siswa memakai masa muda untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi. “Kalian adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Jangan sia-siakan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat,” ujar Herbin.

Pesan tersebut mengaitkan pilihan sehari-hari dengan kesempatan pelajar menyiapkan masa depan. Menjaga pergaulan bukan sekadar menghindari masalah hukum; langkah itu juga memberi ruang bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan diri tanpa terseret konflik.

Polisi ingin membangun sekolah yang aman

Imbauan itu disampaikan melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan. Polres Metro Tangerang Kota ingin lebih dekat dengan para pelajar sekaligus membantu membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Upaya pencegahan, menurut Herbin, membutuhkan sinergi kepolisian, pihak sekolah, guru, dan siswa. Kerja sama mereka diharapkan dapat membantu mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku lain yang berpotensi mengganggu masa depan generasi muda.

Bagi sekolah dan keluarga, peringatan ini menempatkan keamanan digital dan kondisi pergaulan dalam satu perhatian. Respons terhadap perundungan siber tidak berhenti pada penggunaan media sosial yang bijak: siswa juga perlu merasa didukung ketika menolak tekanan kelompok, sementara lingkungan sekolah ikut menjaga suasana aman.

Polres Metro Tangerang Kota menempatkan kegiatan Polisi Peduli Pendidikan sebagai sarana untuk mendekatkan kepolisian dengan pelajar. Sinergi dengan sekolah, guru, dan siswa menjadi langkah berikutnya dalam mencegah perilaku yang mengancam keselamatan dan masa depan mereka.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →