Pemerintah melalui Bulog telah menetapkan HET beras untuk tahun 2026 sebagai berikut:
- Beras SPHP Medium: Rp12.500/kg (Zona 1), Rp13.100/kg (Zona 2), dan Rp13.500/kg (Zona 3). Produk ini tersedia dalam kemasan 5kg dan baru-baru ini 2kg.
- Beras Premium Bulog (Punokawan/Befood Sentra Ramos): Di DKI Jakarta, dijual Rp14.900/kg atau Rp74.500/5kg, sesuai dengan HET.
Per 1 September 2026, stok beras Bulog mencapai 4,9 juta ton, yang diklaim sebagai stok terkuat dalam tiga tahun terakhir. Bulog terus melakukan distribusi langsung ke pasar rakyat dan ritel modern, termasuk Indomaret dan Alfamart, sepanjang tahun tanpa jeda. Upaya ini dilakukan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Beras
Analisis NextIndonesia Center pada September 2026 mengindikasikan bahwa harga beras di sentra produksi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Selatan telah melampaui HET, baik untuk beras medium (Rp13.500) maupun premium (Rp14.900). Sumatra Selatan menunjukkan deviasi harga beras medium tertinggi sebesar 19,63%, sementara Jawa Tengah mencapai 17,79% untuk beras premium.
Penyebab utama kenaikan harga ini antara lain mundurnya masa panen, peningkatan biaya distribusi akibat kenaikan harga BBM, serta lonjakan permintaan dari sektor hotel dan katering menjelang akhir tahun. Selain itu, optimalisasi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pasca penyaluran bansos juga menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika harga.
Untuk meringankan beban masyarakat, konsumen dapat mencari Beras SPHP kemasan 5kg seharga Rp62.500 di operasi pasar Bulog, ritel modern, atau warung binaan. Bantuan beras gratis 10kg Tahap III yang berlangsung Juli hingga September 2026 juga masih dicairkan, dengan contoh penyaluran kepada 24.713 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Toba pada 21 September 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.