JAKARTA SELATAN — Kebakaran gudang penyimpanan peralatan radio komunikasi di Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, akhirnya padam setelah menjalani operasi pemadaman selama enam jam. Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel mengungkap sejumlah kendala teknis yang memperpanjang durasi penanganan.
Perwira Gulkarmat Jaksel Poengky menjelaskan material yang terbakar menjadi faktor utama lamanya proses pendinginan. Di dalam gudang seluas 2.000 meter persegi itu tersimpan radio komunikasi, baterai, charger, baterai litium, dan tumpukan rangka-rangka besi.
“Pendinginan itu membutuhkan waktu lama, karena yang terbakar itu adalah radio komunikasi. Berikut di situ ada baterai, charger, baterai litium, dan ada tumpukan rangka-rangka besi juga yang membuat penguraiannya agak lama, pendinginannya agak lama,” ujar Poengky di lokasi kebakaran Jalan Anggrek II Nomor 8, RT 8 RW 2, Mampang Prapatan, Jumat (25/9/2026).
Panggilan awal masuk ke pusat komando Gulkarmat Jaksel pukul 02.58 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 03.08 WIB, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 04.50 WIB. Namun petugas masih melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 09.52 WIB sebelum secara resmi dinyatakan selesai.
Respons cepat melibatkan 20 unit mobil pompa dan pendukung dengan 95 personel damkar yang dikerahkan ke lokasi. Meski dampak kebakarannya signifikan, Poengky memastikan api tidak merambat ke bangunan sekitar. “Alhamdulillah saat ini sudah dinyatakan aman dan selesai pendinginan dan sudah dinyatakan pemadaman selesai,” katanya.
Kerugian Material dan Penyebab Dugaan
Kebakaran menyebabkan kerusakan parah pada aset di dalam gudang. Selain ratusan unit peralatan radio komunikasi dan komponen elektronik yang melenyap, empat unit mobil truk dan lima unit motor juga hangus terbakar. Pemilik mengaku kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Lokasi yang terbakar adalah rumah tinggal sekaligus berfungsi sebagai tempat usaha penyimpanan gudang radio komunikasi. Peristiwa terjadi tanpa menimbulkan korban jiwa.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari masalah kelistrikan yang menyambar pada tumpukan radio HT. Seorang petugas PPSU mendengar suara ledakan dari lokasi kejadian. Ketika petugas PPSU mengecek, api sudah membesar dengan cepat. Dugaan awal menunjuk pada fenomena listrik yang menyambar langsung ke tumpukan radio HT sebelum pelapor melaporkan ke Sistem Komando dan Kendali (SCC) Damkar Jaksel.
Kini lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi (police line) dan menjadi area investigasi lebih lanjut. Poengky menegaskan proses pemadaman telah berjalan optimal mengingat kompleksitas material yang terbakar dan luas area yang perlu ditangani dengan cermat untuk mencegah reignition akibat panas sisa dari baterai dan komponen logam.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.