JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina mengalami kenaikan signifikan mulai 1 September 2026, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil. Kenaikan tertinggi mencapai 20,3% untuk Dexlite, membuat pengguna kendaraan harus lebih cermat dalam memilih bahan bakar.
Per Minggu, 27 September 2026, Pertamina mengonfirmasi bahwa harga Pertalite (RON 90) masih di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar (CN 48) di Rp6.800 per liter. Klarifikasi ini sekaligus membantah isu hoaks yang beredar tentang kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 per 26 September.
Detail Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi per 1 September 2026
Penyesuaian harga ini berlaku efektif sejak 1 September 2026 pukul 00:00 WIB di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Banten, dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%. Berikut rincian perubahan harga BBM nonsubsidi:
| Jenis BBM | Harga Lama (sebelum 1 Sept) | Harga Baru (mulai 1 Sept 2026) | Kenaikan | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|---|---|
| Pertamax RON 92 | Rp15.950/liter | Rp15.950/liter | Tetap | – |
| Pertamax Green 95 RON 95 | Rp16.600/liter | Rp19.150/liter | Rp2.550 | 15,36% |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp18.300/liter | Rp19.600/liter | Rp1.300 | 7,10% |
| Dexlite CN 51 | Rp19.700/liter | Rp23.700/liter | Rp4.000 | 20,30% |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp21.150/liter | Rp25.200/liter | Rp4.050 | 19,15% |
Kenaikan paling tajam terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, masing-masing sebesar Rp4.000 dan Rp4.050. Ini berarti pengguna kendaraan diesel menghadapi beban pengeluaran yang lebih besar mulai awal bulan ini.
Penyebab Kenaikan dan Penegasan Subsidi
Menurut VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, penyesuaian harga dilakukan mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah. Faktor-faktor pemicunya meliputi tingginya harga minyak dunia, fluktuasi kurs rupiah, pajak, serta pertimbangan daya beli masyarakat. Selain itu, kelangkaan gasoil internasional dan tingginya permintaan juga turut memengaruhi.
Terkait isu kenaikan harga Pertalite, Sales Branch Manager IV Fuel, Muhammad Naufal Atiyah, bersama Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa informasi tersebut bukan resmi dan harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter hingga 25 September. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menambahkan bahwa subsidi BBM tidak akan naik sampai akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat.
Perbandingan dengan Harga BBM Swasta
Untuk konsumen di Jabodetabek, berikut adalah perbandingan harga BBM dari beberapa penyedia swasta:
- BP: BP 92 (Rp16.130), BP Ultimate 95 (Rp19.330), BP Diesel (Rp25.420)
- Shell: Shell V-Power Diesel (Rp25.420)
- Vivo: Revvo 92 (Rp16.130), Revvo 95 (Rp19.330), Primus Plus (Rp25.420)
Secara umum, harga BBM nonsubsidi Pertamina masih bersaing dengan beberapa penyedia swasta, namun beberapa produk BBM swasta seperti BP Diesel dan Shell V-Power Diesel memiliki harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Pertamina Dex.
Situasi Khusus di Kalimantan Barat
Di wilayah Kalimantan Barat, harga BBM nonsubsidi memiliki patokan berbeda yang berlaku mulai 28 September 2026. Pertamax dijual Rp16.300, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, Pertamina Dex Rp25.750, dan Pertamax Green Rp16.600. Selain itu, harga BBM eceran di Pontianak dilaporkan mencapai Rp12.000, bahkan di Kapuas Hulu tembus Rp20.000 per liter, yang membuat pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani disparitas harga tersebut.
Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa harga terbaru di SPBU terdekat sebelum mengisi bahan bakar. Penggunaan BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin juga dapat membantu menghemat pengeluaran dan menjaga performa kendaraan lebih awet.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.