JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina tidak mengalami perubahan hari ini, Senin 28 September 2026. Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan tipis harga minyak dunia, di mana West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar US$92 per barel dan Brent Oil di US$104 per barel setelah mencapai level tertinggi pekan lalu. Kendati demikian, harga BBM diesel swasta seperti Shell, BP, dan Vivo masih di angka Rp25.420 per liter, naik Rp3.510 dari bulan sebelumnya.
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan formula pemerintah yang mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, dan daya beli masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 1 September 2026 pukul 00.00 WIB. Sehari kemudian, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian harga.
Indonesia masih menjadi negara dengan harga bensin RON 92 termurah kedua di Asia, setelah Malaysia. Namun, stok bensin Shell Super, V-Power, dan Nitro+ dilaporkan masih kosong di sebagian besar SPBU.
| Jenis BBM | RON/CN | Harga/Liter (DKI Jakarta & Jawa) | Status Perubahan |
|---|---|---|---|
| Biosolar (Subsidi) | CN 48 | Rp6.800 | Tetap |
| Pertalite | RON 90 | Rp10.000 | Tetap |
| Pertamax | RON 92 | Rp15.950 | Tetap |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp19.150 | Naik Rp2.550 dari Rp16.600 (2 September) |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp19.600 | Naik Rp1.300 dari Rp18.300 (1 September) |
| Dexlite | CN 51 | Rp23.700 | Naik Rp4.000 dari Rp19.700 |
| Pertamina Dex | CN 53 | Rp25.200 | Naik Rp4.050 dari Rp21.150 |
Rincian Harga BBM Pertamina per Wilayah (28 September 2026)
Berikut rincian harga BBM Pertamina yang berlaku per hari ini di beberapa wilayah:
- Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung: Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp16.300, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, Pertamina Dex Rp25.750.
- Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau: Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp16.650, Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, Dex Rp26.300.
- FTZ Sabang: Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp14.950, Dexlite Rp22.150.
- FTZ Batam: Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp15.150, Turbo Rp18.550, Dexlite Rp22.500, Dex Rp23.950.
- Jabodetabek (DKI Jakarta): Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp15.950, Green 95 Rp19.150, Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, Dex Rp25.200.
Kenaikan Harga di Kalimantan Barat
Di Kalimantan Barat, harga beberapa jenis BBM juga mengalami kenaikan mulai Senin 28 September 2026. Biosolar tetap Rp6.800, namun Pertamax naik menjadi Rp16.300 dari Rp15.950, Pertamax Turbo menjadi Rp20.000 dari Rp18.300, Dexlite menjadi Rp24.200 dari Rp19.700, dan Dex menjadi Rp25.750 dari Rp21.150. Sementara itu, Pertamax Green 95 stabil di Rp16.600.
Situasi di Kalimantan Barat menunjukkan adanya disparitas harga eceran yang cukup tinggi. Di Pontianak dan Kubu Raya, harga Pertalite eceran mencapai Rp12.000, Sambas Rp13.000, Sekadau Rp15.000, dan bahkan di Kapuas Hulu tembus Rp20.000. Pemerintah Daerah bersama Pertamina telah membentuk Satgas Khusus untuk mengatasi antrean dan distribusi BBM di wilayah tersebut.
Perbandingan dengan BBM Swasta
Untuk periode 10-27 September, harga BBM non-subsidi Pertamina masih lebih kompetitif dibandingkan beberapa penyedia swasta di Jabodetabek. Pertamax 92 Pertamina seharga Rp15.950, sedikit di bawah BP 92 yang Rp16.130 dan Revvo 92 dari Vivo dengan harga yang sama. Untuk jenis diesel, BP Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Vivo Primus Plus semuanya di harga Rp25.420, lebih tinggi dari Dexlite dan Pertamina Dex.
Klarifikasi Hoaks Kenaikan Pertalite Rp13.500
Sebelumnya, beredar isu di media sosial mengenai kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 mulai 26 September 2026. Namun, Sales Branch Manager IV Fuel Muhammad Naufal Atiyah menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berita resmi. Hingga Jumat 25 September 2026, harga Pertalite masih Rp10.000. Naufal menekankan pentingnya memeriksa kanal resmi Pertamina untuk informasi yang valid.
Kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi berpotensi memberikan dampak signifikan bagi konsumen. Sebagai contoh, konsumen yang mengonsumsi 60 liter Dexlite per bulan akan menambah pengeluaran Rp243.000, sementara untuk 100 liter, penambahannya mencapai Rp405.000.
Untuk 1 Oktober 2026 mendatang, harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 hingga akhir tahun. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga kedua jenis BBM ini. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi berpotensi naik Rp200-500 per liter jika harga minyak dunia tetap tinggi dan nilai tukar rupiah melemah. Namun, jika harga minyak turun dan rupiah menguat, ada kemungkinan harga bisa stabil atau bahkan sedikit turun. Bocoran dari Kalimantan Barat mengindikasikan potensi kenaikan harga lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan, memilih RON yang sesuai spesifikasi mesin kendaraan, selalu mengecek harga terbaru di SPBU terdekat, menjaga tekanan ban, dan melakukan servis rutin untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.