Pada Agustus 2026, suku bunga KPR di berbagai bank bervariasi antara 5,25 persen hingga 9,50 persen. Bank BTN menawarkan bunga paling kompetitif untuk KPR subsidi, mulai dari 5,25 persen dengan jenis bunga tetap bertahap. Mandiri dan BNI menawarkan bunga tetap 1-3 tahun pertama di kisaran 6,25-6,50 persen, sementara BRI di 6,49 persen. Bank Syariah Indonesia (BSI) menawarkan margin tetap 6,75 persen hingga lunas tanpa kenaikan.
Untuk KPR nonsubsidi, bank-bank besar seperti BCA menawarkan promo fixed mulai 2,75-3,75 persen, Mandiri 3,88 persen, dan BTN 2,99 persen untuk promo developer. Namun, setelah periode promo, bunga floating dapat melonjak signifikan, berkisar antara 11-13,50 persen. Simulasi KPR Rp500 juta dengan DP 20 persen (pinjaman Rp400 juta tenor 20 tahun) di BRI dengan bunga 1,75 persen fixed dapat menghasilkan cicilan Rp1.980.000, tetapi melonjak menjadi Rp4.100.000 saat floating.
Biaya tambahan dalam pengajuan KPR meliputi provisi 0,5-1 persen, biaya administrasi Rp500 ribu-Rp1 juta, asuransi jiwa (0,3-1 persen dari pinjaman), asuransi kebakaran (Rp300-500 ribu/tahun), biaya appraisal Rp500 ribu-Rp1,5 juta, biaya notaris PPAT Rp2-5 juta, dan BPHTB 5 persen dari NJOP setelah dikurangi NJOPTKP. Beberapa promo dari bank, seperti di BRI Consumer Expo Bintaro Jaya pada 26-27 September 2026, menawarkan bunga mulai 1,75 persen fixed 1 tahun serta bebas biaya administrasi dan provisi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.