Video yang beredar di media sosial menampilkan momen ketika bebatuan berguguran dari lereng gunung menghunjam area sungai di bawahnya. Pada Minggu (27/9), longsor lainnya juga memicu penyumbatan aliran sungai di distrik Palpa dan Mustang, meskipun dampaknya terbatas karena aliran air kembali lancar.
Rangkaian bencana ini dipicu oleh hujan terus-menerus yang mengguyur Nepal dalam beberapa hari terakhir. Otoritas setempat melaporkan bahwa lebih dari 20 orang tewas akibat banjir, tanah longsor, dan berbagai insiden lain terkait cuaca ekstrem di berbagai wilayah Nepal.
Konteks Bencana Alam di Nepal
Bencana yang melanda Nepal saat ini merupakan rentetan insiden serius yang terjadi di kawasan Asia Selatan.
Sementara Nepal menghadapi longsor dan banjir, negara tetangga Thailand mengalami dampak serupa dengan 19 orang tewas akibat banjir luas yang mempengaruhi 23 provinsi dan sekitar 700.000 orang terdampak di Bangkok saja.
Di Myanmar, banjir juga menewaskan hingga 10 orang dengan puluhan lainnya hilang.
Sistem cuaca ekstrem yang sama menyapu wilayah Himalaya dan Asia Tenggara, menunjukkan skala bencana alam yang luas di kawasan tersebut. Hujan monsun yang berkelanjutan, dikombinasikan dengan topografi yang curam, menciptakan kondisi ideal untuk longsor dan banjir di berbagai belahan.
Nepal masih dalam tahap pemulihan dari banjir bandang dahsyat yang terjadi di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus lalu.
Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 1.453 orang dan membuat lebih dari 5.000 orang hilang, menjadikannya salah satu bencana alam paling mematikan yang pernah terjadi di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Rentetan bencana baru kali ini menunjukkan bahwa infrastruktur dan sistem peringatan dini Nepal masih menghadapi tantangan serius dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin frekuen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.